Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Melihat Sendratasik Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto, Halaman Kantor Pemkab Disulap bak Panggung Perjalanan Kerajaan Majapahit

Sofan Kurniawan • Sabtu, 9 Mei 2026 | 19:57 WIB
REPLIKA KAPAL MAJAPAHIT: Upacara peringatan Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto berlangsung meriah di halaman Pemkab Mojokerto, Sabtu (9/5) diwarnai suguhan drama kolosal tari Nusantaraku Bersatu. Tampak Tatang Marhaendrata, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mojokerto, muncul di tengah panggung memerankan seorang resi. (Sofan JPRM)
REPLIKA KAPAL MAJAPAHIT: Upacara peringatan Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto berlangsung meriah di halaman Pemkab Mojokerto, Sabtu (9/5) diwarnai suguhan drama kolosal tari Nusantaraku Bersatu. Tampak Tatang Marhaendrata, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mojokerto, muncul di tengah panggung memerankan seorang resi. (Sofan JPRM)

 

Sabtu pagi, 9 Mei 2026, halaman kantor Pemerintah Kabupaten Mojokerto di Jalan A. Yani, Kota Mojokerto riuh tak seperti hari libur biasanya. Suara gamelan bertalu-talu bersahut dengan nada terompet dan saksofon, memecah suasana khidmat menjadi ruang pertunjukan yang megah.

SOFAN KURNIAWAN, Kabupaten

TARI kolosal garapan sutradara Setu Raharjo menjadi sajian utama dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto. Di tangan Setu, kisah kejayaan Majapahit tidak sekadar dipentaskan sebagai romantisme sejarah, tetapi mengalir menjadi tafsir kebudayaan yang menceritakan dinamika perjalanan pemerintahan dari masa ke masa.

Satu fragmen bercerita tentang paceklik yang melanda Kerajaan Majapahit. (Sofan JPRM)
Satu fragmen bercerita tentang paceklik yang melanda Kerajaan Majapahit. (Sofan JPRM)

 

Adegan demi adegan menggambarkan awal pemerintahan Majapahit, pergantian masa kepemimpinan, hingga datangnya paceklik yang mengguncang kerajaan. Namun, pemerintahan terus berjalan dan bangkit menjadi negeri makmur, gemah ripah loh jinawi. ’’Ini bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi pengingat dan edukasi sejarah,’’ ujar Setu Raharjo.

Sosok penari dalam foreground penari lainnya menunjukkan detail make up saat sendratasil kolosal dalam peringatan Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto di halaman kantor Pemkab Mojokerto, Jalan A. Yani, Kota Mojokerto, Sabtu (9/5). (Sofan JPRM)
Sosok penari dalam foreground penari lainnya menunjukkan detail make up saat sendratasil kolosal dalam peringatan Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto di halaman kantor Pemkab Mojokerto, Jalan A. Yani, Kota Mojokerto, Sabtu (9/5). (Sofan JPRM)

 

Kekuatan pertunjukan semakin terasa melalui garapan musik Tutuko Aji. Dalang muda tersebut menggabungkan gamelan yang notabene merupakan alat musik pentatonik dengan instrumen diatonik Barat seperti terompet dan saksofon. Perpaduan itu menghadirkan warna musikal megah bernuansa kontemporer tanpa meninggalkan akar tradisi Jawa.

Di sela pertunjukan, narasi sastra yang dibawakan Kukun Triyoga terdengar menggugah. Suara menggelegar dan intonasi tegas membangkitkan semangat, membawa penonton larut ke dalam kedalaman cerita.

Fragmen tarian Gajah Mada dalam pementasan sendratasik kolosal Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto, Sabtu (9/5). (Sofan JPRM)
Fragmen tarian Gajah Mada dalam pementasan sendratasik kolosal Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto, Sabtu (9/5). (Sofan JPRM)

 

Kejutan hadir ketika Tatang Marhaendrata muncul di tengah panggung. Pria yang juga Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Mojokerto ini memerankan seorang resi. Kehadirannya sontak memancing tepuk tangan penonton. Terutama kalangan ASN di lingkungan Pemkab Mojokerto yang tak menyangka pejabat pemerintahan turut larut dalam pentas seni teater tradisi tersebut.

Sendratasik kolosal itu juga menjadi ruang kolaborasi lintas generasi. Setu melibatkan puluhan penari dan pengrawit mulai tingkat SD hingga SMA di Kabupaten Mojokerto. Mereka tampil penuh energi, membangun atmosfer megah yang membuat halaman pemkab pagi itu berubah layaknya panggung Kerajaan Majapahit.

Drama kolosal menceritakan tentang masyarakat jaman Majapahit yang bercirikan masyarakat agraris dan maritim. (Sofan JPRM)
Drama kolosal menceritakan tentang masyarakat jaman Majapahit yang bercirikan masyarakat agraris dan maritim. (Sofan JPRM)

 

Perayaan HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto pun terasa lebih dari sekadar seremoni tahunan. Lewat karya ’’Nusantara Bersatu’’, sejarah, seni tradisi, dan semangat kebersamaan dirajut menjadi satu panggung kebudayaan yang hidup-menjadi penanda warisan Majapahit masih terus berdenyut di tanah Mojokerto. (fen)

Fragmen sendratasik kolosal yang mempertontonkan gemulai penari yang artistik. (Sofan JPRM)
Fragmen sendratasik kolosal yang mempertontonkan gemulai penari yang artistik. (Sofan JPRM)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#hari jadi ke 733 kabupaten mojokerto #sejarah kabupaten mojokerto #hari jadi kabupaten mojokerto #Pemkab Mojokerto