Dilirik Gubernur hingga Presiden Prabowo untuk Dijadikan Hewan Kurban
Sebuah peternakan di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, tampak lebih sibuk menjelang Idul Adha tahun 2026. Maklum, sapi-sapi yang dibesarkan di kandang ini diminati oleh kalangan pejabat untuk Hari Raya Kurban. Uniknya, peternak juga merawat hewan unta untuk dikembangbiakkan.
RIZAL AMRULLOH, Ngoro
PEMANDANGAN sore di pematang sawah di Dusun Dateng, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, tampak tak biasa. Betapa tidak, terdapat lima ekor unta yang sedang santai memakan rumput dan dedaunan yang tumbuh di alam liar.
Hewan yang dikenal memiliki habitat di gurun ini rupanya sengaja diangon alias digembala oleh peternak setempat, Faisal Effendi. Unta-unta tersebut memang dilepasliarkan agar mampu beradaptasi dan menyesuiakan diri dengan lingkungan sekitar. ”Waktu awal datang kurus-kurus, alhamdulillah sekarang sudah mulai gemuk, badan dan punggungnya juga makin berisi,” ungkap Faisal.
Menurutnya, unta-unta tersebut didatangkan langsung dari Australia. Faisal menjelaskan, ia mulai berkecimpung merawat hewan berpunuk ini sejak tahun 2025. Hanya saja, unta-unta yang dibesarkan sebelumnya hanya diminati oleh pengelola kebun binatang. Kali ini, Faisal merawat hewan khas Timur Tengah ini untuk dikembangbiakkan. ”Kami ingin ngembangin untuk diternak,” tandasnya.
Faisal menyebutkan, unta tersebut kini dipelihara untuk dipersiapkan sebagai hewan kurban. ”Karena banyak sebenarnya peminat unta untuk kurban,” ulas dia. Namun, unta-unta yang dirawatnya saat ini masih belum siap secara usia untuk di Hari Raya Idul Adha pada 22 Mei nanti. Sehingga dia masih fokus untuk melakukan breeding hewan berkaki empat ini. ”Sementara belum siap, mungkin tahun depan,” papar Faisal.
Dia menceritakan, perawatan unta dinilai lebih mudah dan praktis dibanding dengan sapi. Sebab, binatang herbivora ini memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dan tidak mudah sakit saat terjadi perubahan cuaca. Meski demikian, Faisal tetap melakukan penataan kandang yang sesuai dengan habitat aslinya.
Dia menambahkan, tumpukan pasir yang dijadikan sebagai media untuk mandi bagi hewan berkuku genap ini. Selain unta, di peternakan miliknya juga membesarkan sapi. Baik dari jenis Peranakan Ongole, Simental, Limosin, hingga Belgian Blue. Bahkan, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa kepincut dengan salah satu sapi saat meninjau kesiapan hewan kurban di peternakan milik Faisal, Sabtu (2/5).
”Bu Khofifah alhamdulillah kesengsem sama yang double muscle, Beldian Blue dengan bobot sekitar 1 ton,” imbuhnya. Bahkan, sapi-sapi di kandang Berkah Wafa Farm ini juga dilirik Presiden Prabowo Subianto. Faisal menyebut, sudah ada beberapa orang delegasi RI 1 yang meninjau dan memilih kandidat sapi yang berbobot lebih dari 1 ton untuk dijadikan hewan kurban. ”Mohon doanya saja, semoga Pak Presiden milih produk-produk Jawa Timur, khususnya dari Mojokerto,” pungkas Faisal. (ris)
Editor : Fendy Hermansyah