JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Masyarakat indonesia kembali digegerkan dengan kasus penyiraman air keras. Kali ini, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026). Kejadian tersebut terekam kamera CCTV yang memperlihatkan korban disiram ketika mengendarai sepeda motor.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa bahayanya air keras yang merupakan zat kimia yang sangat korosif dan menyebabkan kerusakan serius jika terkena anggota tubuh manusia.
Secara umum, air keras merupakan istilah untuk cairan kimia yang bersifat iritatif, baik berupa asam maupun basa kuat. Salah satu contoh yang dikenal dalam dunia kimia adalah campuran asam nitrat dan asam klorida yang sangat reaktif serta mampu melarutkan berbagai logam.
Baca Juga: Pikap Angkut Tahu vs PCX di Dawarblandong Mojokerto, Bocah 6 Tahun Tewas
Karena sifatnya yang sangat kuat, cairan ini dapat merusak berbagai material, termasuk kulit manusia dan jaringan tubuh. Uap yang dihasilkan juga bersifat beracun sehingga dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan jika terhirup.
Meski berbahaya, air keras sebenarnya memiliki berbagai kegunaan dalam bidang industri. Cairan ini kerap digunakan dalam proses pemurnian logam mulia seperti emas dan platinum hingga pembersihan komponen logam pada industri elektronik.
Dalam kehidupan sehari-hari, bahan yang memiliki sifat mirip air keras juga bisa ditemukan pada beberapa produk, seperti cairan aki kendaraan atau pemutih pakaian. Oleh karena itu, penggunaan barang tersebut harus hati-hati dan dilengkapi dengan alat pelindung diri.
Baca Juga: Karyawan Asal Mojosari Ditemukan Meninggal di Sungai Brantas
Paparan air keras dapat menimbulkan luka bakar kimia yang serius. Kerusakan yang terjadi tidak hanya pada kulit, tetapi juga memengaruhi mata, saluran pernapasan, hingga organ lain di sekitar area yang terkena. Luka bakar parah bahkan berisiko menimbulkan infeksi berat yang dapat mengancam keselamatan korban.
Jika mengenai mata, cairan tersebut dapat merusak kornea mata dan berpotensi menyebabkan kebutaan permanen. Semenatara itu, jika uapnya terhirup, korban dapat mengalami iritasi hingga penyempitan saluran pernapasan.
Karena dampaknya yang sangat serius, pertolongan pertama harus segera dilakukan ketika seseorang terpapar air keras. Langkah utama yang perlu dilakukan adalah membilas bagian tubuh yang terkena dengan air bersih yang mengalir selama beberapa menit untuk menghilangkan kadar zat kimia pada kulit.
Selain itu, pakaian, perhiasan, atau benda lain yang menempel ditubuh yang telah terkontaminasi sebaiknya segera dilepaskan agar cairan tidak semakin menyebar ke bagian tubuh lain. Penggunaan es, krim, atau zat berminyak juga tidak dianjurkan karena dapat memperparah kerusakan jaringan.
Setelah pertolongan pertama dilakukan, korban perlu segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit untuk menghindari komplikasi yang lebih serius. ASIKHA
Editor : Imron Arlado