Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengunjungi Kedai Kopi di Pasar Semeru Mojokerto, Ngopi Santai sambil Belajar Mengenal Varietas Kopi

Fendy Hermansyah • Sabtu, 7 Februari 2026 | 02:35 WIB

 

PROSES: Hasan Amirudin, Barista Pondok Kopi sedang menyiapkan kopi untuk pembeli di Pasar Semeru Kota Mojokerto, (6/2) kemarin.
PROSES: Hasan Amirudin, Barista Pondok Kopi sedang menyiapkan kopi untuk pembeli di Pasar Semeru Kota Mojokerto, (6/2) kemarin.
 Menikmati secangkir kopi kini tak sekadar soal rasa, tetapi juga pengalaman. Hal itu bisa Anda rasakan saat berkunjung ke Pasar Semeru Kota Mojokerto, tepatnya di stan Pondok Kopi.

DODIK RUDIYANTO, Kota 

DI sini, pengunjung tidak hanya disuguhi kopi, tetapi juga diajak mengenal karakter rasa, aroma, hingga bentuk biji dari berbagai varietas kopi lokal. ’’Di Pondok Kopi, pengunjung bisa menikmati kopi sesuai selera,’’ ujar PIC Pasar Semeru Kota Mojokerto Abdul Rochman, kemarin (6/2). 

Ia mengatakan, stan kopi ini buka setiap hari dengan jam operasional berbeda. ’’Weekday buka pukul 12.00 hingga 22.00 WIB, sedangkan weekend mulai pukul 10.00 sampai 22.00,’’ jelasnya. Selain berbelanja kebutuhan harian, pengunjung juga bisa bersantai menikmati suasana pasar yang teduh. ’’Yang jelas, ngopi di Pasar Semeru itu bikin betah,’’ imbuh Rochman. 

Sementara itu, barista Pondok Kopi, Hasan Amirudin menjelaskan, pihaknya menyediakan menu kopi maupun non-kopi. ’’Menu kopi ada kopi susu latte dan americano, sedangkan non-kopi ada cokelat dan coco summer,’’ jelasnya. 

Menariknya, Pondok Kopi menggunakan biji kopi lokal asal Wonosalam, dengan tiga varietas utama, robusta, liberika, dan ekselsa. Menurut Hasan, pertanyaan yang paling sering muncul dari pelanggan adalah soal perbedaan rasa, aroma, dan bentuk biji. 

’’Kopi robusta punya rasa lebih pahit dan kuat dengan karakter earthy. Liberika rasanya unik dan khas, sementara ekselsa menawarkan rasa kompleks yang sering memberi kedalaman pada seduhan,’’ terangnya. 

Tak hanya dari rasa, perbedaan juga terlihat dari bentuk biji. Robusta memiliki biji lebih kecil dan bulat dengan alur tengah lurus. Liberika dikenal memiliki biji paling besar dengan bentuk tidak beraturan, sedangkan ekselsa berada di antara keduanya, dengan ukuran cukup besar dan berat. ’’Perbedaan ini juga berpengaruh pada proses roasting dan hasil seduhan,’’ ungkap Hasan. 

Untuk teknik seduh, Pondok Kopi menyediakan berbagai pilihan, mulai manual brewing, V60, syphon, hingga mesin mini espresso. Pengunjung pun bebas berdiskusi soal kopi dengan barista. ’’Harga kopi di sini mulai Rp 8.000 hingga Rp 15.000-an,’’ pungkasnya. (*/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#kedai kopi #Ngopi Santai #varietas kopi #pasar semeru kota mojokerto