JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Para pengamen maupun gelandangan dan pengemis (gepeng) di Kota Mojokerto kerap kembali ke jalan setelah terjaring razia petugas.
Sebagian besar dari mereka menolak diikutkan pelatihan kerja. kebutuhan ekonomi jadi dalih para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) tetap membandel.
Hal itu diungkapkan Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kota Mojokerto Kusnadi. Menurutnya, setiap pengemis dan gepeng yang terjaring razia di satpol PP sudah mendapat asesmen dari timnya.
Petugas di dinas sosial (dinsos) ini melakukan penilaian terhadap kebutuhan para PMKS agar tak kembali beroperasi.
Bagi yang masih berusia muda, mereka mendapat penawaran untuk diusulkan menjalani pelatihan kerja di balai milik pemprov. ”Ada pelatihan mekanik, menjahit, dan macam-macam, tapi semuanya rata-rata tidak mau,” katanya, kemarin (30/9).
Kusnadi menyebutkan, anak-anak muda ini mengaku terpaksa di jalanan karena harus membantu kebutuhan ekonomi keluarga. Alasan itu menjadi dasar mereka sulit menerima ajakan untuk ikut pelatihan kerja yang biasanya berlangsung selama beberapa bulan.
”Mereka mengakunya ada pekerjaan lain, serabutan jadi tukang batu dan sebagainya, tapi kalau pas tidak ada ya turun ke jalan,” beber dia.
Menurutnya, hampir semua PMKS yang ditangani selama ini tinggal di wilayah Yayasan Majapahit di Lingkungan Balong Cangkring, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon. Mereka kerap menyebar ke jalan dengan mengemis, mengamen, berjualan, hingga jadi manusia silver.
”Seperti manusia silver, orangnya ya itu-itu saja, padahal ya sudah sering kena razia,” tandas dia. Dalam beberapa kali razia, tak sedikit lansia pengemis tak ikut ditangkap.
Kepada Kusnadi, mereka mengaku tak punya pilihan lain kecuali meminta-minta di jalan. Adapun uang bantuan sosial yang diterima setiap bulan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
”Mengakunya jadi pembantu rumah tangga sudah tidak kuat, jadi ya mengemis semampunya,” tuturnya.
Sebelumnya, Kasi Operasional Satpol PP Kota Mojokerto Mulyono menegaskan, patroli dan razia terhadap PMKS terus dilakukan. Terkhusus pengemis manusia silver, petugas juga melakukan pemetaan lantaran jam operasional mereka berubah-ubah. (ris)
Editor : Hendra Junaedi