Tanpa Penyambutan Murid Baru, Lima Kelas Hanya 19 Siswa
Tanpa ada penyambutan atau penyematan name tag bagi peserta didik baru. Pemandangan itulah yang terlihat di lingkungan SD Negeri Dilem, Kecamatan Gondang, pada hari pertama masa pengenalan siswa baru (MPLS), kemarin (14/7). Selama SPMB berlangsung sekolah di bawah lereng Gunung Anjasmoro ini memang tak satupun menerima murid baru.
INDAH OCEANANDA, Gondang
Di antara 159 sekolah yang gagal dalam memenuhi pagu, lembaga berada di antara lereng Gunung Anjasmoro ini menjadi satu-satunya sekolah di Kabupaten Mojokerto yang tak mendapat satupun siswa baru. Kemarin (14/7) di hari pelaksanaan pertama MPLS terpantau hanya diikuti oleh siswa kelas II hingga VI saja. ’’Kita tahun ini tidak mendapat murid baru, jadi hanya ada lima rombel saja. Kelas II sampai kelas VI,’’ ujar Kepala SDN Dilem Uswatun Khasanah.
Alasan SDN Dilem tak mendapat siswa baru dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 ini, lantaran nihilnya anak usia kelas 1 SD di desa dengan satu dusun itu. Di samping itu, kondisi Desa Dilem memang memiliki jumlah penduduk yang minim. ’’Kalau tidak salah hanya sekitar 90 kartu keluarga (KK),’’ imbuh dia.
Dia menuturkan, pihaknya hanya bisa pasrah karena tahun ini sekolahnya tidak mendapat murid baru. Adapun total murid SDN Dilem saat ini tercatat hanya mencapai 19 siswa. ’’Paling banyak jumlah siswa di kelas tiga, ada enam anak. Yang kelas empat hanya dua anak,’’ paparnya.
Menurutnya, memang di tahun ajaran baru ini tidak ada satupun anak usia kelas 1 SD di Desa Dilem. Berbeda dengan tahun lalu yang masih ada tiga siswa baru masuk SDN Dilem. ”Kalau tahun kemarin ada tiga siswa, tapi usianya kurang, sehingga dijadikan satu di tahun (2024) kemarin,” imbuh Uswatun.
Pihaknya mengaku selama SPMB berlangsung sekolah sudah turun gunung dan menyisir hingga ke rumah-rumah warga. Bahkan, ia dan para guru juga telah berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk memastikan apakah ada siswa yang bisa mendaftar di sekolahnya. ’’Tapi, kita cari pun ya memang nggak ada yang usia sekolah. Ya sudah, mau gimana lagi,’’ bebernya.
Kendati demikian, di tahun ini Uswatun justru bersyukur. Sebab, tahun ini SDN Dilem masih memiliki lima rombel. Yang mana, sebelumnya jarang bisa menyentuh hingga ke jumlah tersebut. ’’Kita sama sekali tidak pernah sampai enam rombel. Karena ya memang letak sekolah yang pelosok, dan warga yang usia sekolah di sini sedikit, kebanyakan justru lansia,’’ terangnya.
Meski tidak mendapat siswa baru, lanjut Uswatun, sekolah tetap membuka kegiatan MPLS yang diikuti siswa kelas II hingga VI. Yakni, dengan menghadirkan materi tentang pembiasaan tata tertib (tatib) di kelas serta penanaman karakter positif bagi siswa. Begitu juga pelaksanaan pembelajaran di setiap kelas yang ada. ’’Tadi (kemarin, Red) tetap ada upacara untuk pembukaan MPLS dan asesmen awal. Walaupun siswanya hanya sedikit, kita tetap menjalankan pembelajaran sesuai jadwal aturan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya (ris)
Editor : Hendra Junaedi