Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengintip Proses Pembuatan Sepatu Super Jumbo di Kota Mojokerto

Rizal Amrulloh • Jumat, 17 Mei 2024 | 15:20 WIB
KREASI ANYAR: Putut Nugroho dengan karya seni rupa sepatu berukuran super jumbo yang baru rampung dikerjakannya.
KREASI ANYAR: Putut Nugroho dengan karya seni rupa sepatu berukuran super jumbo yang baru rampung dikerjakannya.

Berukuran 10 Kali Lipat dari Normal, Akan Dilayar ke Kalimantan

Pematung Kota Mojokerto Putut Nugroho kembali melahirkan karya ikonik. Melalui tangan kreatifnya, seniman yang tinggal di Lingkungan/Kelurahan Miji Gang 4, Kecamatan Kranggan ini membuat maskot berupa sepatu yang berukuran sepuluh kali lipat dari ukuran normal.

RIZAL AMRULLOH, Jawa Pos Radar Mojokerto- Kranggan

SENTUHAN motif Majapahitan menjadi identitas dari karya khas dari Putut Nugroho. Lambang surya Majapahit terpahat rapi di kedua sisi sepatu berukuran super jumbo tersebut. Begitu pula dengan ornamen bunga teratai yang menghiasi bagian depan dan belakang dari alas kaki tersebut. ’’Muatan lambang surya Majapahit dan pola-pola bunga teratai ini untuk menunjukkan identitas dari Kota Mojokerto,’’ terangnya saat ditemui di kediamannya yang sekaligus menjadi bengkel kreasinya, Kamis (16/5).

Dibutuhkan waktu 2 minggu bagi Putut untuk merampungkan karya sepatu yang dipoles warna cokelat keemasan tersebut. Dan, perupa ini memilih desain sepatu jenis sneakers yang dinilai sebagai model alas kaki yang tak lekang zaman. ’’Karena dibuatlah sebagai maskot produk alas kaki Kota Mojokerto, maka jenis sepatu (sneakers) ini dipilih karena ngetren dan banyak digemari, terutama di kalangan anak-anak muda,’’ ungkapnya.

Menariknya, proses pembuatan tanpa dilakukan dengan cetakan. Tetapi murni mengandalkan imajinasi dari perupa yang juga pembuat karya patung Soekarno kecil di SDN Purwotengah dan SMPN 1 Mojokerto ini. Dengan dibantu tiga rekan kerjanya, proses awal pembuatan maskot sepatu didesain dengan bahan styrofoam. Selama kurang lebih 5 hari, pola dan detail sepatu baru bisa terbentuk.

Untuk menyempurnakannya, jelas Putut, karya seni rupa itu kemudian dilapisi dengan polyresin dan dikombinasi dengan bahan lainnya. Setelah dilembur dalam 9 hari, sepatu berukuran panjang 2,5 meter, lebar 1 meter, dan  tinggi 1,4 meter ini dirampungkan. ’’Perbandingan ukurannya kurang lebih sepuluh kali lipat dari sepatu ukuran normal orang dewasa,’’ tuturnya.

Dalam waktu dekat, maskot sepatu berbobot sekitar 50 kilogram (kg) tersebut akan dilayar ke luar daerah. Karena Pemkot Mojokerto mempercayakan karya Putut Nugroho untuk dipamerkan pada event berskala nasional. Di antaranya akan dibawa ke agenda misi dagang di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di akhir Mei ini.

Selain itu, karya tersebut juga masih akan tinggal sementara di pulau Borneo untuk kembali dipajang pada agenda Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2024 di Kota Balikapapan, Kaltim, di awal Juni nanti. ’’Harapannya, melalui karya ini bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat sehingga tahu bahwa sepatu atau alas kaki ini merupakan produk dari Kota Mojokerto,’’ pungkasnya. (fen)

Editor : Hendra Junaedi
#sepatu #kerajinan #Kota Mojokerto