Irfan menjalani usaha sampingan sebagai penjual kura-kura sejak 2020. Dari yang awalnya hanya lewat akun Facebook pribadi, pemasaran kura-kura kini telah merambah media online lain seperti Instagram, aplikasi Jual Beli Flora dan Fauna (JLF), dan Google Maps.
Irfan menceritakan, usahannya diawali dari seekor kura-kura betina pemberian teman. Reptil itu lantas menghasilkan 10-15 telur.
“Berhubung kalau tidak ada jantannya telurnya gabisa netas, makanya saya belikan kura-kura jantan,” tutur pemuda ramping itu, Kamis (7/3) siang.
Saat ini, Irfan memiliki sedikitnya 50 kura-kura yang diternak di samping rumah.
Jenis yang dimilikinya beragam, dari kura-kura Brazil, dada putih, Ocadia sinensis, kura-kura Ambon, kura-kura daun, hingga sulcata.
Harga per ekor bervariasi mulai Rp 35 ribu sampai Rp 800 ribu. ”Harga tergantung jenis dan ukuran,” imbuh irfan.
Pelanggan Irfan datang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Seperti Jombang, Surabaya, Sidoarjo, Malang, hingga yang terjauh Banyuwangi.
Sebagian besar pengiriman kura-kura dilakukan menggunakan jasa ekspedisi.
”Kalau ke Surabaya saya kirim sendiri, beda kalau ke Malang dan Banyuwangi saya pakai ekspedisi,” jelasnya.
Meskipun hanya usaha sampingan, Irfan mengatakan, omzet yang didapatnya cukup menguntungkan.
Dalam sebulan ia dapat meraup untung lebih dari Rp 1 juta. ”Tapi, kalau musim hujan begini, juga rawan mengalami kerugian karena kura-kura butuh cuaca panas,” imbuhnya.
Saat musim hujan seperti ini, kura-kura butuh perawatan lebih. Dia harus memasang lampu khusus untuk menghangatkan badan hewan reptil tersebut.
Di samping itu, karena takut mati, Irfan tak berani menyetok banyak kura-kura. (Novita Ainiyyatuz Zakkiyah/adi)
Editor : Fendy Hermansyah