INDAH OCEANANDA, Kota
DARI tiga naskah, Mbalik alias kembali akhirnya terpilih menjadi cikal bakal film pendek garapan divisi Online dan Media Sosial tersebut.
Di bawah bimbingan Manajer Online dan Medsos JPRM, Moch. Chariris, Mochammad Khasib, salah satu mahasiswa magang dari Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu), Jombang yang ditunjuk menjadi sutradara.
”Filmnya sederhana memang, tapi butuh waktu seminggu untuk menyusun naskah hingga proses syutingnya,” kata Khasib.
Sesuai namanya, Mbalik atau kembali mengangkat tema Kembali Baca Koran, yang mana sejalan dengan tema HUT JPRM di tahun ini.
Khasib tak hanya menjadi sutradara, dia juga terlibat langsung menjadi salah satu pemeran dalam film ini.
”Total pelajar dan mahasiswa yang magang di divisi online ada 21 orang. Kita bagi-bagi tugas, ada yang jadi talent, menulis skrip, kameramen, sampai editing,” beber mahasiswa jurusan Sastra Inggris ini.
Untuk keahlian akting, lanjut Khasib, pelajar dan mahasiswa yang menjadi talent terbilang sudah terlatih.
Sebab, lima dari tujuh talent ternyata aktif dalam ekskul teater di lembaga pendidikan mereka.
”Jadi tidak butuh waktu lama untuk syuting, hanya take gambar dua hari. Yang paling susah cuma tahan tawa aja, karena genre-nya komedi,” beber dia.
Khasib juga punya kenangan unik saat memerankan peran ayah dalam film yang diproduseri Moch. Chariris tersebut.
Khususnya, saat adegan jatuh dari sepeda motor. Dia mengaku butuh tujuh kali take agar adegan terkesan natural.
”Empat kali memang jatuh natural, yang tiga kali diambil pas sudah posisi jatuh. Teman-teman kasian lihat saya jatuh berulang-ulang terus. Apalagi dengan posisi motornya menimpa tubuh,” kenangnya.
Untuk penentuan tokoh, Khasib bersama teman-temannya berdiskusi bareng.
Mereka sepakat, penentuan tokoh disesuaikan dengan watak keseharian teman-teman. Sehingga, saat bermain peran akan memunculkan karakter yang kuat.
”Ada teman yang sehari-hari memang nyablak, ada yang kalem. Alhasil, sepakat mereka yang kesehariannya sudah begitu dipilih jadi talent,” ungkap dia.
Tak hanya menjiwai karakter, lokasi syuting film ini juga mengambil dua tempat berbeda agar nuansa yang tergambar semakin hidup.
Syuting pertama bertempat di Lingkungan Kedungkwali, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
Sedang syuting kedua diambil di Dusun Bokong Duwur, Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo.
”Harus sampai ke Sidoarjo karena butuh gambar dapur yang pas, dan menggambarkan suasana rumah keluarga yang sederhana,” pungkasnya.
Meski sederhana, Khasib berpendapat film ini sangat nyambung dengan realita kehidupan masa kini.
Selain menghadirkan kehangatan sebuah keluarga dengan perbedaan karakter, short movie ini juga menyelipkan nilai edukatif pada masyarakat tentang pentingnya informasi berbasis data dan berkualitas.
”Meskipun film pendek, makna sosialnya sangat kuat. Apalagi, anak muda zaman kini yang minim literasi, sehingga butuh peran media koran yang membawa informasi berkualitas,” ucapnya.
Wilda Miftakhus Sa'idah, pemeran Yuk Da ini di film ini mengaku, lahirnya film Mbalik tak hanya sesuai dengan kondisi literasi media koran saat ini.
Sebagai kaum milenial, dia sangat bangga bisa terlibat dalam pembuatan film tersebut.
”Sederhana tapi berkesan. Kami harap, film ini tidak hanya jadi kado ultah JPRM, tapi juga bermakna edukasi bagi masyarakat agar kembali mencari informasi berkualitas dan akurat dengan baca koran,” tandasnya. (ron)
Editor : Fendy Hermansyah