Perayaan Natal sudah tiba. Rangkaian acara bersama keluarga pun sangat terasa. Saling bertukar kado, hingga berbagi makanan dan jajanan khas kepada sesama menjadi momen paling mengesankan. Demikian ini yang menginspirasi Celine Cerona Hartono, untuk membaca peluang bisnis kreatif dengan memproduksi hampers Natal.
PUTRI FADIYAH, Kranggan
Selama perayaan Natal 2023, berbagai toko ramai-ramai tentu menyediakan pernak-pernik hingga suvenir khas Natal. Termasuk, yang kini sedang diminati adalah kado berbentuk hampers bertema Christmas.
Nah, Celine Cerona Hartono salah satu pemuda yang berhasil membaca peluang bisnis itu dengan memproduksi hampers di rumahnya, Jalan Pahlawan Blok C Nomor 16, Perumahan Kranggan Permai, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
Berawal dari usaha dessert dan kue tart yang dirintis sejak 2020 lalu, kini dia sengaja memanfaatkan moment Natal sebagai peluang bisnis Christmas hampers. Dengan dibantu satu karyawan, Celine memberanikan diri membuka usaha secara kreatif dan mandiri. ”Sekarang kan Natal, jadi saya buka usaha kerajinan hampers,” ujar Celine.
Perempuan 23 tahun ini menceritakan, setiap paket produk hampers di dalamnya tersedia beragam isian. Selama Natal 2023 ini, dia menggunakan khas kue kering agar lebih mudah dan praktis untuk dibawa dan dinikmati. ”Sesuai tema Natal, biar lebih spesial. Tahun ini saya menggunakan kue kering untuk setiap menu hampers," terangnya.
Berbagai macam nama menu spesial dalam satu paket hampers itu di antaranya, miracle set, carol set, merry set, winter set, rudolph set, hingga joyful set.
Agar lebih menarik, kemasan dan bentuk produknya sengaja didesain estetik dan tampak cantik. Dalam satu varian produk, Celine membanderol harga hampers bervariatif. Dari Rp 58 ribu hingga Rp 395 ribu per paket. ”Setiap hampers terdapat nama tersendiri, semua bertema Natal," tambahnya.
Alumnus Ottimmo International Mastergourmet Academy Surabaya ini mengungkapkan, produk Christmas hampers banyak dipesan kalangan milenial hingga dewasa. Bahkam, Celine mulai banyak menerima pesanan dari pertengahan Desember lalu. ”Sejak tanggal 15 Desember sudah banyak yang tanya-tanya dan order,” jelasnya.
Selama ini, dia juga memasarkan produk hampers-nya melalui sosial media. Dengan sistem PO (pre order), H-1 pesanan hampers akan dikirim ke pelanggan melalui jasa ojek online. Dari situ, dalam sehari dia mampu menerima 20 hingga 30 pesanan. ”Untuk omzet sekitar Rp 1 juta hingga Rp 4 juta,” tandasnya.
Editor : Moch. Chariris