RADARMOJOKERTO.JAWAPOS.COM - Menyambut Tahun Baru 2024, banyak hal yang dapat dilakukan untuk menambah semarak malam pergantian tahun. Salah satunya dengan bermain terompet.
Hal inilah yang menginpirasi pelaku usaha terompet hingga kebanjiran pesanan di akhir tahun 2023. Meski terkesan musiman, tetapi omzet yang didapat menembus jutaan rupiah. Memasuki bulan Desember ini, usaha terompet milik Yudi Krisdianto, di Dusun/Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, kebanjiran pesanan. Dengan mengikuti model terompet yang sedang viral, dalam sehari ia mampu memproduksi ratusan terompet.
”Saya mengikuti tren. Kalau hari besar seperti tahun baru kan terkenal terompet,” ujarnya, Kamis( (21/12). Bisnis kreatif yang diproduksi di rumahnya itu kini memang sedang naik daun.
Untuk memenuhi pesanan, Yudi, begitu Yudi Krisdianto biasa disapa, melibatkan 10 warga sebagai tenaga kerja lepas. Di samping membuka lapangan kerja, juga membantu proses produksi terompet. Proses produksi terompet dikerjakan di rumah-rumah tetangga, lalu hasil disetorkan di rumah Yudi. ”Saya utamakan untuk mempekerjakan tetangga kanan-kiri dulu, supaya mereka ada kerjaan sampingan” ungkapnya.
Jenis terompet yang diproduksi Yudi berbahan dasar dari mika. Ia menjelaskan, ada dua jenis terompet yang dikerjakan. Masing-masing terompet menggunakan hiasan lampu LED, dan terompet tanpa lampu. Dari karyanya itu, terompet model mika dengan motif animasi paling diminati tahun ini. ”Terompet yang ada lampu LED itu paling laku, karena menarik perhatian anak-anak,” ujarnya.
Selama ini, Yudi memasarkan terompet miliknya melalui online. Namun, seiring tingginya pesanan, sekarang hanya melayani agen-agen di beberapa kota. Seperti Mojokerto, Sidoarjo, dan Malang. Kepada agen ia menjual terompet lampu LED mulai dari Rp 6 ribu, dan tanpa lampu mulai dari Rp 4 ribu.
Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu, bergantung jumlah terompet yang dipesan. Sedangkan untuk harga jual di pasaran, terompet model mika dibanderol Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. ”Harga berapapun pasti dibeli, karena memang sedang musimnya,” terangnya.
Pria 40 tahun ini mengaku kendala yang dialami dalam menjalankan bisnis rumahannya adalah terbatasnya bahan baku. Tak jarang, ia kesulitan mencari bahan baku agar usahanya terus berjalan. ”Barang baku sering kehabisan. Jadi, hanya bisa produksi 600 terompet per hari. Kalau bahan baku penuh, bisa produksi 1.000 terompet per hari,” ujarnya.
Usaha musiman milik Yudi ini sudah berjalan sejak 4 tahun silam. Dalam sehari, ia mampu menghasilkan omzet hingga Rp 3 juta. ”Lebih ramai tahun ini, karena ada variasi dengan lampu LED. Jadi pembeli lebih tertarik,” tandasnya. (nadya azzahra)
Editor : Moch. Chariris