Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Miniatur Kapal Pinisi Berbahan Koran Bekas, Karya Pensiunan PNS Kota Mojokerto

Moch. Chariris • Senin, 18 Desember 2023 | 22:09 WIB
BERNILAI: Miniatur kapal pinisi dari koran bekas karya tangan kreatif Budiman Sudijono. (foto Misbakhul Ulum for JPRM)
BERNILAI: Miniatur kapal pinisi dari koran bekas karya tangan kreatif Budiman Sudijono. (foto Misbakhul Ulum for JPRM)

Usia senja bukan menjadi hambatan bagi Budiman Sudijono untuk tetap berkarya dan produktif. Lewat tangan kreatifnya, koran bekas disulap menjadi kerajinan bernilai seni dan menguntungkan. Tak jarang, dia memamerkan karyanya di berbagai event hingga diminta mengisi workshop daur ulang limbah.

Rizki Firmansyah, Magersari, Kota Mojokerto

HAMPIR setiap hari, Budiman Sudijono memanfaatkan waktu luangnya untuk berkarya dan produktif. Dia rajin menganyam dan merakit potongan koran yang sudah dilinting membentuk perabotan rumah hingga miniatur kapal pinisi di rumahnya, di Lingkungan Wates, Kecamatan Megersari, Kota Mojokerto. "Hitung-hitung, mencari kesibukan pascapensiun," ungkap pria 69 tahun tersebut.

Tak hanya kotak tempat minum. Berbagai pernik dari koran bekas telah dihasilkan. Mulai tempat permen, hiasan dinding, keranjang map, tempat tisu, hingga miniatur kapal pinisi. Tak heran, atas kreativitasnya itu, warga setempat menjuluki dirinya sebagai ”dokter koran”

Budiman, begitu Budiman Sudijono akrab disapa, mulai menekuni kerajinan berbahan koran bekas sejak memasuki masa pensiun sebagai PNS. Tepatnya, pada tahun 2016 lalu. Dia diundang untuk mengikuti pelatihan yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto.

KREATIF: Budiman Sudijono, pensiunan PNS menunjukkan tempat air mineral hasil daur ulang koran bekas di rumahnya, Kelurahan Wates, Kota Mojokerto. (foto Misbakhul Ulum for JPRM)
KREATIF: Budiman Sudijono, pensiunan PNS menunjukkan tempat air mineral hasil daur ulang koran bekas di rumahnya, Kelurahan Wates, Kota Mojokerto. (foto Misbakhul Ulum for JPRM)

Keuletan serta komitmennya menekuni kerajinan koran bekas tersebut juga didasari atas kepedulian terhadap lingkungan hidup. "Sangat disayangkan jika dibiarkan berserakan. Padahal, bisa dibuat kerajinan yang punya nilai jual," ulasnya.

Butuh kejelian dan kesabaran dalam membuat kerajinan dari koran bekas ini. Lantaran, koran harus dilinting kecil-kecil dan dianyam satu per satu terlebih dahulu. Kemudian, barulah lintingan dan anyaman koran tersebut disusun menjadi tempat minum dan kerajinan lain, menggunakan lem kayu. "Kuncinya sabar, karena harus telaten," tuturnya.

Proses penyusunan, lanjut dia, memang menjadi bagian yang paling membutuhkan ketelatenan. Di samping harus mepresisikan antara sisi kanan dan kiri badan kapal. Setiap gulungan kertas juga juga dipotong untuk menyesuaikan ukuran bagian kapal. ”Karena tidak menggunakan rangka, jadi kuncinya gulungan koran tidak boleh letoi,” timpal Budiman.

Pada tahap finishing, koran bekas yang sudah dirangkai membentuk perabotan dan miniatur tersebut diberi pewarnaan, menggunakan politur dengan corak menyerupai warna kayu. Guna menimbulkan efek mengkilap, kerajinan berbahan koran dipoles menggunakan pernis.

Berkat ketekunan dan semangat berkarya, Budiman mampu membuka ladang rezeki lewat kerajinan koran bekas hasil tangan kreatifnya. Harga jual kerajinan koran bekasnya terbilang variatif. "Mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu. Tergantung jenis, ukuran, dan tingkat kerumitan," katanya.

Pemasaran produksi tangan kreatif Budiman selama ini hanya mengandalkan sosial media. Bahkan, karya pensiunan ASN tersebut sering dipamerkan di beberapa ajang pameran gelaran Pemkot Mojokerto.

"Dari pameran UMKM tersebut biasanya banyak pengunjung yang melirik karya kerajinan ini dan membelinya," ujarnya. Sejauh ini, Budiman lebih memprioritaskan membuat barang kerajinan koran bekas berdasarkan nilai gunanya.

Terlebih, proses pengerjaan relatif mudah dan tak memakan waktu. "Untuk tempat tisu dan tempat minum ini, pengerjaannya sekitar 3-4 hari. Kalau miniatur kapal pinisi ini pasti lama prosesnya," pungkasnya.

Editor : Moch. Chariris
#kerajinan #koran bekas #miniatur kapal