Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Guru Madrasah Aliyah Sukses Olah Sisa Air Kelapa Jadi Bahan Nata de Coco

Moch. Chariris • Kamis, 7 Desember 2023 | 22:24 WIB
INSPIRATIF: Gianto warga Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan menginspirasi generasi muda dalam berwirausaha.
INSPIRATIF: Gianto warga Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan menginspirasi generasi muda dalam berwirausaha.

RADARMOJOKERTO.JAWAPOS.COM - Kesuksesan tidak datang dengan sendirinya. Usaha dan ketekunan menjadi kuncinya. Seperti yang dijalani Gianto, 57. Dia sukses mengelola sisa air kelapa menjadi bahan dasar pangan. Bahkan, bisnis sampingan guru Madrasah Aliyah (MA) ini menginspirasi banyak kalangan setelah dianggap menguntungkan.

Berawal dari banyaknya sisa air kelapa yang dihasilkan dari usaha kelapa miliknya, menginspirasi dirinya mendirikan usaha nata de coco. Dia merintis bahan dasar pangan tersebut sejak 2017 silam.

”Idenya berawal dari membantu teman saya yang punya usaha pengolahan sisa air kelapa menjadi nata de coco itu kolaps,” kata Gianto, di rumahnya, kemarin.

Jiwa bisnis yang sudah melekat dalam diri warga Dusun Karang Wungu, Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, ini memang tidak dapat diragukan. Terlebih, sebelumnya dia sudah beberapa kali jatuh bangun merintis usaha. Dari ternak kambing, membuka toko, hingga menjadi pemasok jagung. ”Sebenarnya jalan, tapi saya tidak cocok,” imbuh dia.

TELATEN: Salah satu karyawan sedang merebus air kelapa di panci berukuran besar untuk dijadikan bahan dasar nata de coco.
TELATEN: Salah satu karyawan sedang merebus air kelapa di panci berukuran besar untuk dijadikan bahan dasar nata de coco.

Hanya mengolah sisa air kelapa menjadi bahan dasar nata de coco yang kini bertahan. Dia menceritakan, mulanya dengan modal sebesar Rp 60 juta Gianto, mulai membeli peralatan dan mesin proses pembuatan nata de coco. Seperti diesel, rak, panci berukuran besar, hingga alat cetak.

”Kemudian saya dirunding untuk meneruskan usaha tersebut. Akhirnya saya setuju. Setelah itu, alat-alatnya dibawa ke rumah saya, sekaligus saya diberi ilmu pengolahannya,” ujarnya.

Produk dari bahan mentah nata de coco nantinya akan didistribusikan ke beberapa perusahaan pengolah produk minuman nata de coco. Seperti, Surabaya, Bogor, dan di daerah Jawa Timur.

Seiring berkembangnya waktu, belakangan Gianto dinilai sebagai sosok wirausahawan inspiratif. Belakangan bisnis yang dikelola karyawan perusahaan rokok di Mojokerto ini, kerap jadi jujukan kunjungan industri dari beberapa SMA di Mojokerto.

”Banyak orang yang saya ajari, banyak petani-petani dari dalam kota maupun di luar kota,” jelasnya. Semangat dan tekad kuat menjadi faktor utama di balik keberhasilan berwirausaha. Gianto selalu mengajak dan memotivasi kalangan milenial agar berani mengawali sebagai entrepreneurship.

”Semua bisnis itu sebenarnya bisa dijalankan, yang penting semangat usaha. Usaha apa saja jika dijalankan dengan baik dan tekun pasti akan berhasil,” pungkas Gianto. (putri fadiyah)

Editor : Moch. Chariris
#kelapa #madrasahaliyah #air #nata de coco #guru