Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Geliat Kerajinan Bambu di Desa Pacet Mojokerto, 20 Menit Jadi Bungkus Korek, Dua Hari Jadi Kapal Pinisi

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 12 November 2023 | 16:38 WIB

APIK: Kreasi miniatur kapal pinisi dan bungkus korek api karya Kasiyanto.
APIK: Kreasi miniatur kapal pinisi dan bungkus korek api karya Kasiyanto.
Kasiyanto, 39, membuat berbagai kerajinan dan alat kebutuhan sehari-hari dari bahan bambu. Digarap secara manual, karyanya menjadi cenderamata untuk warga Pulau Bali. 

YULIANTO ADI NUGROHO, Pacet, Jawa Pos Radar Mojokerto 

KASIYANTO adalah gabungan ketekunan dan kreativitas tanpa henti. Di tangan warga Dusun Wonokerto, Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto itu, sebatang bambu apus bisa menjadi bungkus korek api, gelas, teko, hingga miniatur kapal pinisi.

Semua kerajinan itu dibuat secara kontinyu sejak lima bulan lalu. Awalnya, Gusi Anyol, panggilan Kasiyanto lebih dulu membuat berbagai peralatan minum. 

Satu buah gelas hanya butuh ruas bambu sepanjang 10 sentimeter (cm). Daripada terbuang, potongan bambu sisa itu akhirnya ia olah menjadi kerajinan kapal pinisi.

’’Saya terinspirasi setelah melihat miniatur kapal pinisi di sekolahan anak saya,’’ ujarnya.

Untuk membuat miniatur dengan tinggi 45 cm, panjang 40 cm, dan lebar 20 cm, Anyol hanya butuh waktu kurang lebih dua hari. 

Sebelum dirangka, bambu yang telah disigar dan dihaluskan direndam air selama seperempat jam agar tidak kaku. Anyol mengibaratkan bambu seperti kerupuk.

Mudah patah saat kering, lentur saat basah. Bambu jenis apus itu kemudian ia bentuk menjadi bagian-bagian kapal berikut ornamen hingga sedetail mungkin.

’’Yang paling sulit itu membentuk lembaran bambunya menjadi lambung kapal, butuh setengah hari sendiri. Kalau lambungnya sudah terbentuk, tinggal menyesuaikan bentuk layar, rumah-rumah, pagar, dan mengatur benang-benangnya,’’ bebernya. 

Kreasi kapal pinisi bambu pertamanya telah terjual di Pasar Kramat dengan harga Rp 250 ribu sekitar sebulan lalu.

Kerajinannya makin diminati setelah di-share di grup UMKM PCNU Kabupaten Mojokerto. Kapal bambu pinisi karyanya bahkan sampai dibawa BUMDes Seduri, Kecamatan Mojosari, yang melakukan kunjungan kerja ke Pulau Bali untuk cenderamata. 

Selain kapal pinisi, kerajinan lain yang dibuat Anyol adalah bungkus korep api. Ia mampu menghasilkan 3 buah pelapis korek itu hanya dalam waktu satu jam.

Kerajinan ini ia jual dengan harga Rp 8 ribu.

Sementara itu, ada tiga ukuran gelas bambu yang Anyol produksi dengan harga jual Rp 10-30 ribu.

Dia juga menjual produk satu paket Rp 130-150 ribu yang terdiri dari teko dan empat gelas. Dalam sehari, dia bisa menghasilkan sedikinya 8 gelas bambu. (fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#pacet #kerajinan #mojokerto #bambu