Bahkan, para pengunjung bisa makan sepuasnya dan bebas memilih aneka menu yang disajikan secara prasmanan setiap Jumat pagi.
RIZAL AMRULLOH, Bangsal
”Yang belum sarapan monggo mampir ke Warung Jumat Berkah. Bisa ambil nasi sepuasnya dan ikan secukupnya gratis,”.
Seruan tersebut terdengar dari pengeras suara yang menandai telah dibukanya Warung Jumat Berkah di Jalan Ngranggon, Desa Ngrowo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Jumat (3/11).
Tak butuh waktu lama, warga pun langsung berdatangan sejak dibuka pukul 08.00.
Tiap pengunjung dipersilakan mengambil nasi dan memilih sendiri ragam menu yang disediakan. Ada pecel, lodeh, urap-urap, hingga lauk-pauk lainnya.
Segelas teh juga sudah tersaji rapi di atas meja untuk hidangan minumannya.
”Semuanya bisa makan gratis tanpa syarat,” terang Miftah Mashuri, salah satu inisiator Warung Jumat Berkah.
Sesuai dengan namanya, warung makan gratis ini hanya buka pada hari Jumat pagi.
Dalam satu kali kegiatan, rata-rata menghabiskan sekitar 60 kilogram (kg) beras untuk menanak nasi.
”Kalau perkiraan beras 1 kg bisa jadi 10 piring nasi, berarti tiap Jumat kami menyediakan sekitar 600 porsi,” terangnya.
Sebagai pelengkapnya, pengelola warung juga menyiapkan varian menu yang berbeda tiap pekan.
Mashuri mengatakan, semua bahan pokok tersebut diperoleh dari para dermawan yang mendukung kegiatan sosial tersebut.
”Semua murni dari dari bantuan teman-teman. Ketika ada orang yang ingin berpartisipasi, memang kami sarankan berupa bahan makanan, bukan uang,” tandas pria 35 tahun ini.
Dibantu dengan tenaga sukarelawan, bahan pangan itu kemudian diolah dan disajikan secara cuma-cuma di Warung Jumat Berkah.
Sebagian sudah dimasak dari rumah masing-masing, ada pula yang dimasak langsung di dapur yang berada persis di belakang warung.
Mashuri mengungkapkan, Warung Jumat Berkah tersebut sudah istiqamah dilakukan sejak setahun lebih.
Tepatnya sejak Agustus 2022 lalu, dia bersama teman-temannya berinisiatif untuk bersedekah melalui berbagi makanan gratis.
Semula, tutur dia, mereka menyiapkan kurang lebih 20 kg beras tiap hari Jumat. Karena animo masyarakat terus bertambah, maka porsi yang disediakan juga ditingkatkan.
”Awalnya dulu bersama teman-teman nongkrong dan teman ngaji juga. Tujuannya memang untuk sedekah dengan berbagi,” tandas warga asli Desa Ngrowo ini.
Saat ini, pengunjung Warung Jumat Berkah datang dari berbagai kalangan.
Tidak hanya yang dari dari pengendara yang melintas, tetapi juga datang dari pegawai kantoran hingga anak-anak sekolah.
”Jadi merata, tidak hanya kalangan menengah ke bawah saja. Karena yang bermobil juga ada,” urainya.
Mashuri berharap, Warung Jumat Berkah bisa terus konsisten untuk terus berbagi kepada warga yang membutuhkan.
Seperti yang dirasakan oleh salah satu pengunjung Ahmad Nur Fauzi.
Sebagai santri dan pelajar, keberadaan warung makan gratis tersebut cukup membantunya menghemat untuk uang saku.
”Kalau makan di luar kan harganya bisa Rp 7 ribu sampai Rp 10 ribu,” tandas siswa asal Tulangan, Sidoarjo ini.
Fauzi mengetahui Warung Jumat Berkah dari teman sekolahnya. Meski sempat meragukan, namun dia membuktikan sendiri ternyata makanan yang disuguhkan tanpa dipungut biaya.
”Semuanya gratis, sudah empat kali saya datang ke sini (Warung jumat Berkah, Red),” tandas dia. (ron)
Editor : Fendy Hermansyah