Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Geliat Santri di Mojokerto Jadi Wirausahawan, Belajar Peternakan, Ingin Terapkan di Kampung Halaman

Indah Oceananda • Kamis, 26 Oktober 2023 | 15:05 WIB

RINTIS ILMU: Zuhdi, salah satu santri sekaligus koordinator usaha perikanan PP Bidayatul Hidayah asrama Al Qurthuby mengecek kolam ikan koi yang dikelola bersama sebelas temannya.
RINTIS ILMU: Zuhdi, salah satu santri sekaligus koordinator usaha perikanan PP Bidayatul Hidayah asrama Al Qurthuby mengecek kolam ikan koi yang dikelola bersama sebelas temannya.
Biasanya, pondok pesantren identik dengan tempat mengenyam pendidikan dan mengkaji ilmu agama saja. Namun, berbeda dengan Pondok Pesantren (PP) Bidayatul Hidayah asrama Al Qurthuby yang juga membekali santrinya dengan ilmu kewirausahaan.

INDAH OCEANANDA, Jatirejo, Jawa Pos Radar Mojokerto

SEPERTI Muhammad Sulaiman Zuhdi, salah satu santri yang kini menjadi koordinator usaha perikanan di PP yang terletak di Dusun/Desa Mojogeneng tersebut. Dia mengaku, mulai terjun berwirausaha semenjak menimba ilmu di PP tersebut 2019 silam.

’’Awalnya juga nggak tahu banyak tentang dunia wirausaha. Inginnya kan mondok biar memperdalam agama, ternyata ada semacam keterampilan wirausaha juga. Akhirnya gabung aja,’’ ujar Zuhdi, sapaan akrabnya.

Di bawah asuhan Nurul Fathan Ubaidillah, pengasuh PP Bidayatul Hidayah asrama Al Qurthuby, Zuhdi memilih usaha ternak ikan. Kebetulan, di PP tersebut bidang peternakan ada banyak jenisnya. Mulai dari ayam, kambing, sapi, ikan lele dan koi.

’’Dari kecil saya juga suka bisnis ikan hias, akhirnya semakin mantap belajar wirausaha di pondok. Akhirnya, mulai 2020 kemarin diamanahi jadi koordinator wirausahawan PP di bidang perikanan ini,’’ tutur remaja 18 tahun ini.

Di tengah kesibukannya sebagai santri yang harus belajar dan mendalami ilmu agama, Zuhdi mengaku senang bisa berkecimpung dalam dunia bisnis. Selain menikmati hasil penjualan, dia juga bisa merasakan proses jatuh bangun dalam mendirikan usaha.

’’Kalau bibit (ikan) kita beli sendiri, nanti diarahkan sama kiai cara ternaknya. Ya pernah juga gagal panen tiga kolam, karena ikannya kena penyakit dan akhirnya mati semua,’’ kenangnya.

Kendati demikian, semangat Zuhdi tak surut. Dia bersama sebelas temannya terus mencari solusi dan menekuni bisnis ternak ikan lele maupun koi. Untuk ikan lele, lanjutnya, biasanya dijual ke pengepul daerah Mojokerto.

’’Kalau untuk koi, karena penghobi jadi pembelinya datang ke sini sendiri. Ya, lumayan bisa merasakan hasilnya juga mulai ternak dari kecil sampai bisa dijual,’’ papar dia.

Saat disinggung alasan memilih aktif dalam dunia usaha, warga asli Sidoarjo ini mengaku justru dirinya mendapat dukungan dari orang tua untuk menjadi entrepreneur. Apalagi, setelah dirinya menimba ilmu di PP. Menurutnya pula, menjadi wirausahawan adalah suatu kebanggaan tersendiri.

’’Sebab, menjadi wirausaha bisa melatih mental diri sendiri. Kalau agama saja bisa diperdalam kenapa mendirikan usaha sendiri juga tidak dipelajari sekalian, mumpung ada ilmunya,’’ ungkap Zuhdi. Selepas dari pondok, dia mengaku bakal membuka usaha ikan lagi di kampung halamannya.

Sementara itu, pengasuh PP Bidayatul Hidayah asrama Al Qurthuby, yang kerap dipanggil Gus Fathan menuturkan, sektor kewirausahaan memang sudah lama diterapkan di PP yang berdiri sejak 2016 silam. Ada beragam unit wirausaha yang aktif di PP ini. Mulai dari peternakan, perikanan, pertanian pertokoan, maupun pertukangan.

’’Per bidang selalu ada koordinatornya selaku penanggung jawab. Kita mengusung konsep dari santri untuk santri. Sehingga diharapkan, dari pembekalan keterampilan ini mereka tidak hanya piawai dalam agama, namun juga punya skill entrepreneur,’’ pungkasnya. (fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#wirausahawan #peternakan #santri #mojokerto