Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tradisi Keresan Warga Mengelo Mojokerto Peringati Maulid Nabi, Wujud Kegembiraan dan Simbol Berbagi Rezeki

Rizal Amrulloh • Jumat, 29 September 2023 | 16:25 WIB

BERDESAKAN: Warga saling berebut hasil bumi dan berbagai macam produk industri rumahan dalam tradisi keresan di Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (28/9).
BERDESAKAN: Warga saling berebut hasil bumi dan berbagai macam produk industri rumahan dalam tradisi keresan di Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (28/9).
MASYARAKAT Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto memiliki tradisi unik dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kamis (28/9), warga berduyun-duyun mengikuti tradisi keresan dengan memperebutkan hasil bumi dan beragam produk home industry yang digantungkan di pohon ini.

RIZAL AMRULLOH, Sooko, Jawa Pos Radar Mojokerto

Sejak pagi, warga sudah berkumpul di Masjid Darussalam di Dusun Mengelo yang menjadi tempat digelarnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sebagian besar massa mengelilingi dua pohon keres yang berada persis di sebelah masjid sambil mendengarkan tausiah keagamaan.

Kedua pohon tampak dipenuhi beragam atribut dari hasil bumi dan berbagai produk industri rumahan kreasi warga Mengelo. Masing-masing digantungkan di atas ranting dan batang pohon keres.

Tak lama setelah doa dilantunkan, tanpa aba-aba warga dari kalangan anak-anak, orang dewasa, hingga emak-emak langsung menyerbu dan memanjat pohon keres.

Mereka saling berpacu untuk memperebutkan buah-buahan, sayuran, pakaian, sandal, sepatu, kopiah, hingga beragam atribut lainnya.

’’Untuk ubo rampe yang ada di pohon keres ini semua dari warga setempat,’’ terang Taufik, takmir Masjid Darussalam.

Hanya dalam 5 menit, barang-barang dan bahan pangan yang tergantung di atas pohon ludes.

Dua pohon keres juga tumbang setelah jadi ajang rebutan warga. Tradisi ini menjadi salah satu bagian untuk mengguyubkan masyarakat.

Taufik mengungkapkan, keresan merupakan tradisi masyarakat dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

’’Ini adalah sebuah tradisi ungkapan masyarakat Mengelo yang turut bergembira pada saat dilahirkannya Nabi Muhammad sebagai perwujudan nabi yang membawa misi rahmatan lil alamin,’’ tandasnya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan alasan dipilihnya pohon keres yang dijadikan media untuk menggantungkan barang-barang.

Menurutnya, rindangnya daun dan lebatnya buah keres terkandung filosofi sebagai simbol berbagi rezeki. Sehingga, masyarakat bisa mengambil secara cuma-cuma barang yang digantungkan di atas pohon tersebut layaknya memetik buah keres.

TAUSIAH: Warga mengikuti peringatan Maulid Nabi di halaman Masjid Darussalam, Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, sebelum dimulainya tradisi keresan, kemarin (28/9).
TAUSIAH: Warga mengikuti peringatan Maulid Nabi di halaman Masjid Darussalam, Dusun Mengelo, Desa/Kecamatan Sooko, sebelum dimulainya tradisi keresan, kemarin (28/9).

’’Harapan dari sesepuh dulu, kalau bisa masyarakat Mengelo seperti pohon keres. Selalu dalam keadaan damai, teduh, menyejukkan, kemudian rezekinya banyak seperti buah keres,’’ paparnya.

Sementara itu, Ketua panitia Maulid Nabi Dusun Mengelo Saiful Alam menambahkan, tradisi keresan menjadi agenda rutin yang diwariskan sesepuh desa sejak puluhan tahun yang lalu.

’’Setiap mauludan, di Dusun Mengelo sudah dilakukan secara turun temurun dan tetap kami pertahankan tradisi keresan sampai saat ini,’’ imbuhnya.

Selain diramaikan warga dari Sooko, tradisi keresan juga didatangi pengunjung dari luar kampung ini.

Karena kegiatan tahunan ini kembali digelar setelah vakum di masa pandemi Covid-19.

Meski sempat digelar tahun lalu, namun pelaksanaannya masih terbatas untuk warga sekitar. Pada Maulud Nabi tahun 2023/1445 Hijriah ini, tradisi kembali dibuka untuk masyarakat umum.

’’Alhamdulillah sekarang bisa digelar lagi. Meski rebutan, tadi saya bisa dapat buah-buahan, topi, dan sepatu juga tadi,’’ sahut salah satu pengunjung M. Nur Abidin asal Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko. (ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#keresan #muhammad #nabi #tradisi #mojokerto #maulid