Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cerita Nurwafi Saputro, Warga Mojokerto yang Geluti Ternak Kambing Kontes Jenis PE

Moch. Chariris • Selasa, 19 September 2023 | 17:05 WIB

PERAWATAN RUTIN: Nurwafi Saputro, rutin memberi pakan ternak kambing etawa miliknya di rumahnya, Desa Jasem, Kecamatan Ngoro.
PERAWATAN RUTIN: Nurwafi Saputro, rutin memberi pakan ternak kambing etawa miliknya di rumahnya, Desa Jasem, Kecamatan Ngoro.
Sehari Produksi 5 Liter Susu Etawa, Sebulan Kantongi Rp 5 Juta

Niat beternak kambing peranakan etawa (PE) untuk kontes yang dilakoni Nurwafi Saputra berbuah berkah.

Buruh pabrik asal Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, itu saat ini meraup penghasilan Rp 5 juta per bulan dari penjualan susu etawa.

Perahan susu mencapai 5 liter per hari diyakini berkhasiat membantu kesehatan, khususnya masalah pencernaan.

RIZKI FIRMANSYAH, NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto

KECAMATAN Ngoro menyimpan ragam potensi unggulan. Budi daya susu kambing etawa yang ditekuni Nurwafi Saputro ini, misalnya.

Peternak sekaligus perintis usaha susu kambing etawa di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro tersebut belakangan mampu meraup keuntungan Rp 5 juta per bulan.

Berkat mengolah susu segar dari kambing etawa yang diternaknya secara mandiri.

’’Pemberian makan kambing tidak boleh telat,’’ ujarnya di sela menyiapkan pakan kambing ternak di kandang miliknya kemarin.

Peternak berusia 33 tahun ini sudah menggeluti bisnis susu segar etawa selama 4 tahun terakhir.

Kambing-kambing peranakan etawa (PE) diternak di kandang khusus belakang rumah.

Dari 8 kandang disekat menjadi dua bagian, terdapat 11 indukan etawa, 6 kambing PE, dan 2 kambing jantan.

Puluhan indukan kambing milik Nurwafi Saputro, belakangan mampu menghasilkan susu segar berkualitas.

Sepulang kerja, Wafi, begitu Nurwafi Saputro akrab disapa, selalu menyempatkan waktu merawat kambing ternaknya. Dari memberi pakan, membersihkan kandang, hingga memerah susu.

Dia menceritakan, semula usaha susu kambing etawa yang dikelola berangkat dari niatnya beternak kambing kontes jenis PE ras Kaligesing.

’’Sekitar tahun 2016 lalu,’’ katanya ditanya awal mula ternak kambing.

Namun, dalam perjalanan, dia memutuskan mengembangkan bisnis susu kambing etawa.

’’Saat itu, saya sakit. Terus diimbau mengonsumsi susu kambing rutin setiap hari,’’ imbuhnya. Sejak saat itu, Wafi mulai mengembangkan usaha susu kambing etawa.

Sebelum seperti sekarang ini, hasil perahan susu kambing sekadar dibagikan kepada tetangga dan dikonsumsi sendiri.

’’Saya juga memberi tahu tentang khasiat susu kambing ini kepada tetangga,’’ sebut pria yang sehari-harinya menjadi buruh pabrik tersebut.

Setelah banyak yang merasakan manfaat dari susu etawa, perlahan berkah menghampiri Wafi.

Perlahan berdatangan pesanan dari beberapa orang dan pelanggan. Dengan alasan, selain segar, susu etawa diyakini dapat membantu menyembuhkan beberapa penyakit.

Budi daya susu kambing etawa yang dilakoni Wafi terbilang sederhana. Dia cukup menyiapkan botol susu berukuran 600 mililiter.

Kemudian susu segar yang diperah dimasukkan botol lalu disaring sebelum disimpan dalam freezer, dengan suhu minus 24 derajat Celcius.

HARUS BERSIH: Nurwafi Saputro memerah susu kambing etawa di kandang belakang rumahnya, di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro.
HARUS BERSIH: Nurwafi Saputro memerah susu kambing etawa di kandang belakang rumahnya, di Desa Jasem, Kecamatan Ngoro.

Dari enam ekor indukan kambing etawa, Wafi mampu menghasilkan 5 liter susu per hari. Beda lagi ketika ketika dalam kondisi prima.

Susu perah dari masing-masing indukan mampu menghasilkan 1,5 liter per ekor. ’’Untuk satu liter susu saya jual Rp 35 ribu,’’ tandasnya.

Belakangan Wafi masih menjual produk susu etawa secara konvensional.

Dia tak menitipkan produk susu etawa tersebut ke pasar-pasar tradisional atau menawarkan melalui media sosial.

Meski cara pemasaran produknya terbilang terbatas, namun bisnis sampingan dari mengolah susu kambing etawa ini mampu mencukupi kebutuhan keluarga. ’’Untuk omzet per bulan kurang lebih Rp 5 juta,’’ terangnya.

Dia menjelaskan, perawatan kambing etawa terbilang mudah. Asalkan, kandang selalu bersih dan pakan rutin yang diberikan bernutrisi tinggi.

’’Pakannya pakai polar gandum kita campur dengan tepung jagung dan tepung kacang hijau. Selebihnya diberi kangkung kering untuk tambahan nutrisi,’’ terangnya.

Memang, susu kambing etawa dipercaya memiliki banyak khasiat bagi kesehatan.

Selain bernutrisi tinggi, susu etawa memiliki kandungan asam lemak antimikroba yang dapat membantu melancarkan pencernaan. ’’Saya sudah merasakannya sendiri,’’ tandas Wafi. (ris)

Editor : Fendy Hermansyah
#kambing #Etawa #peternak #mojokerto