Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Amanun, Perajin Pot Bunga Asal Kota Mojokerto, Daur Ulang Galon Air Mineral Jadi Desain Hewan hingga Kartun

Moch. Chariris • Minggu, 10 September 2023 | 21:56 WIB

SERIUS: Amanun memotong galon bekas untuk dibikin pot bunga. Insert: pot bunga kreasi Amanun.
SERIUS: Amanun memotong galon bekas untuk dibikin pot bunga. Insert: pot bunga kreasi Amanun.
SETELAH tak lagi menjadi perajin sepatu, Amanun, warga Lingkungan Sinoman, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, ini beralih menjadi perajin pot bunga menggunakan bahan daur ulang dari limbah galon air mineral.

Berbekal keuletannya, kini karya kreatif itu membuahkan pendapatan bagi keluarga. Bahkan, mengurangi limbah rumah tangga.

WAHYU ARFIANSYAH, Mojokerto

Memanfaatkan limbah galon air mineral menjadi kerajinan pot bunga beraneka bentuk dan warna, Amanun, warga Lingkungan Sinoman Gang 7, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, tersebut memulai usahanya sejak awal Agustus 2023 lalu. 

”Awalnya dari kepepet. Dulunya kan saya bekerja sebagai perajin sepatu, tapi semakin ke sini kok semakin sepi. Jadinya saya mencoba mencari usaha lain untuk bertahan hidup,” kata Amanun, saat ditemui di rumahnya, Kamis (7/9).

Ia lantas memanfaatkan media sosial YouTube untuk mencari informasi mengenai kerajinan tangan yang nantinya dapat djadikan sebagai usaha. ”Saya menemukan video tutorial membuat pot menggunakan paralon. Karena bagi saya terlalu banyak mengeluarkan modal jika membuat dengan paralon. Jadi, saya memanfaatkan galon air bekas sebagai penggantinya,” terangnya. ”Sekalian mengurangi limbah,” imbuh pria 47 tahun ini.

Bermodaln cat minyak dan kuas, Amanun menyulap galon air mineral bekas menjadi pot bunga yang memiliki nilai jual. Berbagai macam bentuk pot unik dikerjakan dengan tangan kreatifnya. Mulai dari bentuk bebek, angsa, sapi, sampai tokoh kartun, seperti Doraemon.

Proses produksi kerajinan pot pun tidak terbilang susah. Hanya butuh ketelatenan saja. Pertama-tama galon air minum bekas digunting sesuai bentuk pot yang diinginkan.

Usai dipola, galon kemudian dicat dasar menggunakan cat minyak berwarna putih, setelah itu dikeringkan.

Setelah diberi cat dasar, galon tersebut baru dicat menggunakan warna dan motif menyesuaikan dengan pola potongan.

Untuk satu pot kerajinan, pria yang juga menjadi ketua RT di lingkungannya, ini menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam pengerjaan. 

Ditemani secangkir kopi, ia lantas menggerakkan jari-jemarinya menghasilkan beragam karya pot unik. Tak hanya memiliki nilai guna, namun juga bernilai estetika. Dia menuturkan, lama tidaknya pengerjaan juga bergantung dengan kondisi cuaca yang ada.

Terlebih, menjelaskan terik matahari memengaruhi durasi pengerjaan. ”Kalau panas terik seperti ini, biasanya 2 jam sudah selesai. Tapi, kalau agak mendung bisa lebih dari 2 jam,” jelas. 

Sehari-hari, Amanun menjalani kesibukannya sebagai perajin pot dari galon di Jalan Brawijaya, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan.

Persisnya sebelum pertigaan traffic light Lingkungan Sinoman Gang 7. Ia beraktivitas dari jam 8 pagi sampai 5 sore.

Dari penjualan kerajinan pot tersebut Amanun mendapat keuntungan kurang lebih Rp 50 ribu per hari.

Satu potnya dihargai Rp 20 ribu. Namun, khusus untuk pot berbentuk angsa dijual Rp 25 ribu. Perbedaan harga tersebut terletak pada bahan baku yang digunakan.

Untuk pot berbentuk angsa membutuhkan dua galon dalam proses pembuatannya, sedangkan pot bentuk lain membutuhkan satu galon saja.

”Dalam sehari biasanya terjual 4 hingga 5 pot. Apalagi, pada momen Agustusan kemarin bisa lebih dari itu. Ya, lumayan, Alhamdulillah,” imbuh dia.

Kerajinan pot dengan bentuk yang unik tersebut juga diminati kalangan guru Taman Kanak-kanak (TK) dan playgroup.

Karena bentuknya yang lucu dan unik, disukai siswa murid untuk ditaruh di sekolah, sebagai hiasan.

Amanun mengatakan pot bunganya sudah terjual sampai kurang lebih 200 buah. Ia berharap usaha yang ditekuni dapat berkembang.

Selain mendapat keuntungan secara ekonomi, ia merasa senang dapat mengurangi limbah galon bekas menjadi kreasi pot unik yang diminati banyak orang. (ris/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#Galon #daur ulang #kota #pot #mojokerto