Masih bergulir dua pekan depan, tapi puluhan rumah warga setempat sudah di-booking atlet dari berbagai daerah.
Ada yang langsung menghubungi pemilik tempat tinggal, ada pula yang melalui pemerintah desa setempat.
YULIANTO ADI NUGROHO, Mojoanyar, Jawa Pos Radar Mojokerto
PEKERJAAN Chosim belakang bertambah. Kepala Desa Kwatu itu banyak dihubungi atlet luar daerah. Mereka meminta tolong agar disambungkan dengan warga yang berkenan rumahnya disewa.
’’Ada yang melalui kita dan kita antar untuk negosiasi sendiri dengan warga,’’ ujarnya, kemarin (31/8).
Atlet itu bisa punya kontaknya karena pernah mengikuti kejuaraan dayung di Long Storage pada Maret 2022 silam. Dalam ajang yang digelar Pasukan Marinir (Pasmar) itu, pedayung berikut rombongan dari luar daerah menginap di rumah warga yang telah disewa.
Jelang gelaran multi event terbesar di Jawa Timur ini, mereka kembali melakukannya.
Mereke telah datang ke bilangan long storage untuk mencari tempat menginap lalu di-booking. Chosim mengaku selalu mengarahkan agar atlet bertemu dengan pemilik rumah untuk penentuan harga sewa.
’’Kami sebatas memfasilitasi. Kalau masalah harga ditentukan kedua pihak sendiri,’’ tambahnya.
Nilai sewa yang dia dengar antara Rp 1 juta-Rp 2 juta bergantung luas bangunan. Sewa itu untuk dipakai selama gelaran dua sampai tiga minggu. Sejauh ini, sejumlah tim telah mendapat tempat menginap.
Seperti tim dari Kabupaten Gresik dan Banyuwangi. Gresik memesan dua rumah untuk 30 orang. Sedangkan Kota Mojokerto juga masih mencari tempat sewa. ’’Mungkin semakin mendekati perlombaan makin banyak,’’ ulasnya.
Dia menyebut, hari ini (1/9), tim dayung dari Kabupaten Sidoarjo rencananya akan datang ke venue untuk latihan. Selain itu, yang berkegiatan adalah Jung Kwatu, tim yang home base-nya di long storage.
Dari pengalamannya, sedikitnya 25 rumah penduduk tersewa selama event-event sebelumnya. Jumlah itu pula yang kemungkinan “laku” kali ini.
’’Ada beberapa warga yang rumahnya sebetulnya ditempati, tapi mereka mengalah tidur di rumah kerabat,’’ tandas dia.
Momen semacam ini tentu membawa dampak positif bagi perekonomian warga. Tak hanya dari hasil sewa rumah, warga juga bisa menggelar lapak UMKM selama gelaran. (fen)
Editor : Fendy Hermansyah