Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sukeni, Warga Kota Mojokerto Perajin Aksesori dari Kawat Tembaga

Fendy Hermansyah • Kamis, 22 Juni 2023 | 16:05 WIB

BERKAT PELATIHAN: Sukeni menunjukkan hasil produk kerajinan aksesori dari kawat tembaga buatannya.
BERKAT PELATIHAN: Sukeni menunjukkan hasil produk kerajinan aksesori dari kawat tembaga buatannya.
Dari Isi Waktu Luang, Kini Jadi Ladang Cuan

Sukeni, 58 mampu menghasilkan kerajinan tangan yang menarik. Dengan ketelatenannya, kawat tembaga yang biasa saja, bisa menjadi cincin, gelang, kalung, choker hingga bros konektor bernilai ekonomi tinggi.

INDAH OCEANANDA, Magersari, Jawa Pos Radar Mojokerto

Sejak belia, Sukeni suka bergelut dengan seni kriya. Kebiasaan ini terus terbawa hingga usianya menginjak 58 tahun. ”Dulu memang sering suka buat kerajinan dari bahan-bahan bekas. Nah, pas sudah rumah tangga ini, kan juga jadi kader terus ikut pelatihan buat kerajinan saja untuk isi waktu luang,” papar warga Jalan Tengger 2 Nomor 4, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari ini.

Produksi kerajinan dari kawat tembaga ini mulai ditekuninya sejak pandemi 2020 lalu. Sukeni mampu membuat kreasi aksesori menarik dari bahan kawat tembaga mulai dari cincin, gelang, kalung, choker, serta bros konektor. Di rumah sekaligus galeri SR Craft 11 miliknya inilah ia mengembangkan usaha. Tak hanya memproduksi aksesori dari bahan kawat tembaga dan berbagai bahan lain, ia juga membuka jasa servis aksesoris bagi warga sekitar.

Sukeni mengaku, awalnya ia tak hanya mendapat pelatihan kerajinan kawat tembaga dari diskopukmperindag. Namun, ia memilih menekuni kerajinan ini karena menurutnya unik. ”Selain tertarik karena merangkai polanya, saya juga suka dengan keawetan kawat tembaga yang tidak mudah karat dan menyerupai emas,” katanya.

Selain ikut pelatihan, Sukeni juga mempelajari cara produksi dari internet. Kurang lebih tiga bulan, dia belajar merangkai kerajinan secara otodidak, hanya dari melihat foto hasil jadi dan trial error sendiri cara membuatnya. ’’Karena saya pengen tahu aja dan rasanya tertantang sehingga nekat belajar sendiri meskipun bermodalkan Youtube,” lanjutnya.

Hasil kerajinan kawat tembaga buatan Sukeni, semula hanya dipasarkan ke warga sekitar rumahnya. Makin lama, banyak yang tertarik melihat produk kerajinan kawat tembaga milik Sukeni. Saat itu, ia menjual cincin kawat dengan bahan tambahan kristal ceko dengan harga mulai Rp 10 ribuan. ”Lumayan banyak yang beli, apalagi ketika ada pameran bazar,” sebut dia.

Melihat peluang itu, anaknya pun berinisiatif memasarkan produk buatan Sukeni secara online. Tidak menunggu minggu atau bulan, setiap selesai membuat kerajinan aksesori, produknya langsung diunggah ke media sosial dan lapak penjualan online. ”Dari situ penjualan semakin banyak. Dapat pesanan dari luar kota juga, seperti Jakarta dan Bandung,” ungkap ibu dua anak ini.

Sukeni bisa memastikan, setiap produk yang dihasilkan tidak sama persis antara satu dengan yang lainnya. Ditambah cara pembuatan juga lebih rumit dan bisa lebih ditonjolkan seni dan kerajinannya. Untuk bahan dasar, ia mengaku tidak kesulitan karena di Mojokerto juga tersedia. “Ya lumayan untuk tambah uang penghasilan daripada nganggur,” imbuhnya.

Hasil kerajinannya dipatok harga mulai Rp 5 ribu sampai Rp 200 ribu. Itu tergantung dari material, lama pembuatan, desain, kerumitan hingga effort pembuatan. Ia mengaku, hampir 80 persen penjualan dilakukan secara online. ”Jadi kadang kalau yang langsung datang ke galeri kebanyakan warga sini mau perbaiki kalung. Kalau untuk penjualan sekarang mengandalkan dari online,” tutupnya. (ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#asesoris #Perajin #magersari #kawat #tembaga #warga #Kota Mojokerto