Rofiq tak menyangka usaha pembuatan sandal kulit yang hanya berawal dari iseng mampu tembus pasar hingga luar daerah. Bahkan, hingga saat ini pesanan sandal yang diberi merek Waxjou itu terus mengalir.
INDAH OCEANANDA, Sooko, Jawa Pos Radar Mojokerto
GURU honorer di salah satu SMP Negeri Kota Mojokerto ini menceritakan, awal mula usahanya berdiri terilhami dari sang ibu yang memang merupakan perajin sandal kulit. Saat itu, sang ibu memilih tak meneruskan usahanya karena gulung tikar. Maklum, perajin sandal kulit di kediamannya, Desa Karang Kedawang jumlahnya banyak. ’’Padahal bahannya masih banyak numpuk di rumah. Sayang daripada nggak dipakai apa-apa. Akhirnya coba tak teruskan iseng-iseng,’’ ujarnya.
Meski saat itu, ia mengaku baru merintisnya sejak tahun 2018. Itu pun, dia harus belajar selama setahun agar bisa menghasilkan produk yang berkualitas. Baru mulai pemasaran di tahun 2019, usahanya terhantam pandemi Covid-19. Namun ia tak patah arang. ’’Saya dimotivasi istri untuk tetap lanjut usaha lewat pemasaran online. Dibantu sama istri,’’ ujarnya.
Pria 40 tahun ini pun mulai terus memproduksi sandal kulit buatannya. Jelang Lebaran di tahun 2020, permintaan sandal semakin melejit. Jika di hari biasa ia hanya memproduksi sekitar 10 kodi, saat bulan Ramadan, ia bisa menerima pesanan hingga 30 kodi. ’’Pesanan tembus paling banyak justru dari luar kota. Utamanya Kalimantan dan NTT,’’ imbuhnya.
Karena banyaknya pesanan, Rofiq bisa mempekerjakan enam tenaga kerja dari desa lain. Untuk bahan sandal produknya, Rofiq mengaku semua didapatkan dari lokal Mojokerto. Sedang untuk model ukiran sandal japit, ia biasanya memiliki tukang jahit langganan. ’’Kalau kita ada tukang jahit khusus. Karena kalau motif kan harus pakai mesin jahit,’’ bebernya.
Hingga kini, Rofiq sudah memiliki sekitar 20 jenis model sandal kulit. Ada yang bisa digunakan untuk pria, wanita, hingga anak-anak. Kendati demikian, Rofiq menyebutkan, sandal Waxjou memiliki produk unggulan yang paling banyak dilirik pembeli. Yakni jenis sandal paku. ’’Karena modelnya seperti paku, dan ini paling banyak dipesan karena yang produksi model ini se-Mojokerto hanya kami saja,’’ ulas bapak dua anak ini.
Adapun, harga produk sandal buatannya sendiri berkisar mulai Rp 35 ribu hingga Rp 115 ribu. Itu tergantung dari bahan pembuatan sandalnya. Sebab, untuk harga sandal di bawah Rp 100 ribu, bahannya berasal dari kulit imitasi. ’’Kalau yang asli ya Rp 115 ribu itu. Ramainya memang jelang Ramadan dan Lebaran, kalau hari biasa tetap ada tapi kebanyakan permintaan hanya custom dari pembeli,’’ tandasnya. (fen)
Editor : Fendy Hermansyah