Setiap tanggal 14 Februari, tak sedikit kalangan yang memperingati sebagai hari valentine. Ada berbagai cara untuk mengekspresikan kasih sayang pada pasangan maupun orang terkasih. Salah satunya, berbagi kado romantis seperti hand bouquet. Perajin buket tangan pun ketiban berkah. Omzet mereka melejit berkali-kali lipat di momen valentine ini.
MARTDA VADETYA, Kota, Jawa Pos Radar Mojokerto
SEPERTI yang dialami Restu Susetiyo Rini. Permintaan bukat tangan karyanya terus meningkat jelang bulan Februari. Dibanding hari biasa, permintaan buket selama bulan kedua di tahun ini meningkat empat kali lipat. Jika di hari biasa Restu menerima sekitar 5 order, kini dia harus merangkai sekitar 20 buket dalam sehari. ”Untuk pesanan menjelang valentine ini meningkat drastis. Sekarang dalam sehari bisa sampai 20 orderan,” ungkap owner Bakul Kado di Sinoman gang 1, Kelurahan Miji, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, itu.
Sejak berdiri dua tahun lalu, momen valentine membawa berkah tersendiri bagi Restu. Sebab, permintaan buket pada momen lain seperti wisuda dinilai tak sebanyak saat perayaan hari kasih sayang. Terlebih, sejauh ini bunga diyakini sebagai salah satu simbol ungkapan kasih sayang dan romantis. Tak pelak, meningkatnya pesanan buket segaris dengan melejitnya omzet yang diraup Restu yang ditaksir hingga puluhan juta per bulan. ”Untuk buket bunga artifisial (bahan plastik dan kain) harganya mulai Rp 50 ribu sampai Rp 115 ribu,” sebut perempuan 21 tahun itu.
Itu belum termasuk pesanan buket uang yang biasanya dibanderol lebih tinggi ketimbang buket bunga. ”Mereka (pembeli) ini pre-order dulu. Sudah pesan dari jauh hari sebelum valentine,” tambah mahasiswi PGSD Universitas Negeri Malang itu.
Menurutnya, mayoritas pembeli buket karyanya menjelang valentine ini adalah para kawula muda. Bahkan, tak sedikit customer-nya yang masih pelajar memesan buket untuk diberikan ke orang terkasihnya di momen valentine. ”Yang beli mayoritas kalangan muda-mudi. Ada yang masih pelajar SMA. Tapi ada juga yang sudah berkeluarga,” ujarnya.
Restu menyebut, ada sejumlah model artificial flower bouquet karyanya yang paling diburu pembeli tahun ini. Yakni model sweet pink, sweet white, dan sweet black. Tak jarang, sejumlah model buket bunga tersebut ditambah cokelat agar memperkuat kesan romantis. ”Ada juga yang mix sama cokelat, jadi bukan bunga saja. Dan mereka bisa pilih modelnya lewat katalog kita di instagram. Karena memang penjualan kita selama ini lewat media sosial,” beber Restu.
Dia menceritakan, bisnis buket tangan yang dirintisnya sejak dua tahun terakhir ini berawal dari keisengannya belaka. Khususnya, saat kuliahnya mesti dilakukan secara daring akibat wabah pandemi Covid-19. Memanfaatkan waktu luangnya, Restu yang memang sudah gemar merangkai bunga pun mencoba merangkai hand bouquet. ”Awalnya dulu iseng-iseng saja, pas momen valentine seperti sekarang ini. lihat referensi di sosial media akhirnya coba merangkai buket tapi dari bahan flanel,” tuturnya.
Karya keisengannya itu lantas ia posting di media sosial. Tak sedikit rekan dan kerabat yang mengapresiasi buket tangan buatannya hingga berujung orderan. ”Awalnya bikin tiga model aja, ternyata banyak yang minat. Tapi yang awalnya bahan flanel berubah pakai bunga artifisial (bahan plastik dan kain) seperti ini. Supaya awet daripada bunga asli. Bisa disimpan di ruang tamu atau jadi pajangan di kamar. Jadi nggak terbuang sia-sia,” tukasnya. (ron)
Editor : Fendy Hermansyah