Sebagai pedagang cilok, Dahlan Muchlis, 40, memiliki bakat dalam membuat karya seni sketsa. Menggoreskan pensil di atas kertas menjadi kebiasaaannya saat menunggu pelanggan. Namun, kreativitasnya tersebut kini juga mampu menambah pundi-pundi penghasilannya.
RIZAL AMRULLOH, Magersari, Jawa Pos Radar Mojokerto
SEBELUM bel pulang sekolah dibunyikan, Muchlis sudah hampir merampungkan karya sketsa di tempat mangkalnya. Kapten tim nasional sepak bola Argentina Lionel Messi yang berhasil menjuarai Piala Dunia 2022 dipilih menjadi sosok yang dilukisnya.
Bagi penjual cilok ini, pensil dan lembar kertas putih menjadi perlengkapan yang selalu dibawa saat berjualan selain gerobak dorongnya. Karena menggambar sketsa memang telah menjadi rutinitas Muchlis kala menunggu pelanggan. ’’Untuk mengisi waktu luang saja,’’ ungkap Mukhlis saat mangkal di depan kompleks SDN Gedongan 1 dan 3, Jalan Pemuda, Kota Mojokerto.
Selain Messi, sejumlah toko populer lainnya juga terarsir pada lembar kertas yang tersusun rapi dalam notebook-nya. Di antaranya pemain bintang sepak bola Brazil Neymar dan kapten Timnas Portugal Cristiano Ronaldo.
Mukhlis juga membingkai sketsa dari aktor superhero marvel seperti Wolverine dan Wonder Woman. Tokoh nasional Presiden RI pertama Soekarno juga menjadi karya sketsa dari ayah satu anak ini. ’’Sebenarnya buat koleksi pribadi, tapi lama-lama ada yang memesan,’’ tandas Muchlis.
Disebutkannya, bakat menggambar sketsa dilakukan secara otodikdak. Sebab, pria kelahiran Lamongan, 24 Desember 1982 ini sejak kecil hobi menggambar. Dan, kebiasaan menggambar tersebut terus diasah saat merantau ke Kota Mojokerto 5 tahun lalu.
Kini, hobi menggambar sketsa tersebut mampu menambah penghasilan sampingan Muchlis selain dari hasil berjualan cilok. Bahkan, anak-anak sekolah yang melihat hasil karyanya pun juga kepincut untuk me-request gambar.
Umumnya, siswa meminta untuk dilukiskan figur dari tokoh film kartun maupun komik. Namun, pria yang kini tinggal bersama keluarganya di rumah kontrakan di Kelurahan Purwotengah, Kecamatan Magersari ini tak mematok tarif. ’’Saya buatkan untuk menyenangkan anak-anak saja,’’ ujarnya.
Selain kalangan pelajar, Muchlis juga tak jarang memenuhi permintaan dari teman maupun tetangga yang mengetahui karya goresan sketsanya. Meski demikian, dia belum terbesit untuk menjadikan bakat seninya untuk menjadi profesi utamanya.
Muchlis mengaku hanya menerima pesanan bukan karena iming-iming rupiah yang diterima, tetapi hanya sebatas untuk bisa tetap menyalurkan kreativitasnya. ’’Ada yang hanya kasih rokok saja. Tapi saya ikut puas kalau dia (pemesan) juga puas dengan karya saya,’’ tandas pengagum sosok penyanyi tahun 90-an (alm) Nike Ardila ini. (fen)
Editor : Fendy Hermansyah