Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mohammad Anam, 47, Penyelamat Tabrakan KA Sancaka Lawan Truk Pengangkut Mobil

Fendy Hermansyah • Sabtu, 28 Januari 2023 | 16:02 WIB
SOSOK HEROIK: Mohammad Anam, penjaga perlintasan Dusun Damarsi, Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. (Yulianto Adi Nugroho/JPRM)
SOSOK HEROIK: Mohammad Anam, penjaga perlintasan Dusun Damarsi, Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. (Yulianto Adi Nugroho/JPRM)
Lari 200 Meter lalu Lambaikan Lampu Stopan ke Masinis

Tabrakan hebat antara KA Sancaka dengan truk pengangkut mobil yang tersangkut di perlintasan Dusun Damarsi, Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar, itu hampir pasti terjadi. Kecuali jika Mohammad Anam tidak berlari ratusan meter ke arah barat lalu berdiri di tengah-tengah rel melambaikan tanda bahaya. Meski dikenal sebagai ’orang pintar’, tindakan heroiknya pada Kamis (26/1) malam semata hanya melaksanakan prosedur kedaruratan.

YULIANTO ADI NUGROHO, Mojoanyar, Jawa Pos Radar Mojokerto

RAUT wajahnya tampak masih mengantuk saat Jawa Pos Radar Mojokerto bersambang ke rumahnya, Jumat (27/1) sore. Maklum, Anam baru tidur selama tiga jam. Pekerjaan panjang sejak semalaman akhirnya tuntas kemarin siang. Dia bisa pulang dari kantor Satlantas Polres Mojokerto usai dimintai keterangan sebagai saksi kecelakaan antara KA Sancaka dengan truk pengangkut mobil di perlintasan tanpa palang pintu di Dusun Damarsi, Kamis (26/1) sekitar pukul 21.45.

Peristiwa yang baru kali pertama terjadi sejak dirinya menjadi penjaga perlintasan KA selama 20 tahun itu pantas jika menempatkannya sebagai sosok sentral. Selain kecelakaan kebetulan terjadi saat sifnya, tindakan tepat Anam telah menyelamatkan ratusan nyawa. Dia berhasil memperlambat laju KA Sancaka jurusan Jogja-Surabaya yang datang dari arah barat saat sebuah truk pengangkut mobil tersangkut rel di perlintasan yang dijaganya. ”Alhamdulillah kereta bisa mengerem, tidak sampai benturan keras. Cuma terdorong,” ungkap pria 47 tahun yang tinggal sekitar 100 meter di selatan perlintasan KA itu.

Anam menceritakan detik-detik kecelakaan terjadi. Saat itu, sekitar pukul 20.30, KA Argo Bromo Angger baru saja melintas. Dia dan kakaknya, yang saat itu baru memulai sif jaga malam kemudian membuka palang pintu manual. Kendaraan dari kedua arah yang semula berhenti di luar palang pintu pun mulai lewat.

Dari arah utara, datang truk pengakut mobil bernopol B 9638 FEH yang mengalami nahas. Truk trailer yang disopiri Jery Barokah, 28, warga Cigugur, Pusaka Jaya, Subang, Jawa Barat, tersebut mendadak berhenti di tengah-tengah rel. ”Mau maju atau mundur sudah tidak bisa. Ternyata sasisnya itu tersangkut ke rel,” jelas warga asli Dusun Damarsi itu. Truk berbodi rendah tersebut mengangkut enam mobil baru. Ukuran truk tersebut terlalu besar dan tidak cocok apabila melintasi jalur alternatif seperti Jalan Dusun Damarsi ini.

Akibatnya, bagian bawah truk pun tersangkut. Sopir truk kemudian turun dan berusaha memasang dongkak. Namun, upaya tersebut tak membuahkan hasil. Di sisi lain, Anam terus memandangi jam tangannya. Dia tahu, kurang 15 menit lagi, akan ada kereta yang melintas. ”Saya sudah hapal jadwal-jadwal sepur lewat,” katanya.

Upaya mendongkrak truk tak berhasil. Truk gagal disingkirkan dan Anam mulai menjalankan tugas daruratnya. Sebab, saat itu dia melihat kerlip lampu kereta sudah muncul dari arah barat. Kereta itu diperkirakan sampai di kawasan bypass Mojokerto yang berjarak sekitar 2,7 kilometer. ”Kakak saya yang tugas di sisi selatan saya suruh lari duluan, terus saya taruh hp dan tas, kemudian menyusul kakak saya,” ungkap ayah dua anak ini.

Anam berlari sambil membawa tongkat stopan. Sampai kira-kira sejauh 200 meter, dia kemudian melambaikan-lambaikan lampu tersebut. Dengan berdiri di tengah rel, Anam memberi tanda kepada masinis agar segera memperlambat laju kereta karena ada kendaraan bermasalah di depan. ”Saya terus melambai-lambai sampai kereta itu mendekat ke saya, baru kemudian saya menyingkir dari rel,” tuturnya.

Peringatan dari Anam tersebut ditangkap Kurnia, 31, warga Desa Wareng, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, selaku manisin. Terdengar suara cess.. cess.. tanda tuas rem darurat kereta sudah ditarik. Anam pun mengetahui saat itu, laju kereta mulai melambat. ”Saya langsung lemas waktu itu, tapi langsung lega setelah truk akhirnya tidak sampai tertabrak hebat,” tandas. Benturan keras yang hampir terjadi dan memicu banyak kerusakan itu akhirnya bisa diminimalkan. Truk tertabrak dan terdorong oleh lokomotif KA sejauh lima meter.

Anam mengatakan, tindakannya demikian dilakukan sesuai dengan prosedur kedaruratan yang berkali-kali disosialisasikan dari pihak PJKA dan dishub. Saat terdapat kendaraan mogok atau bermasalah, petugas harus berlari ke arah kereta dengan melambaikan berdera atau lampu.

Selain bekerja sebagai penjaga perlintasan saat malam, Anam mengaku kerap dimintai tolong sebagai ’’orang pintar’’. Saat siang hari, dia banyak menerima tamu untuk urusan-urusan spiritual. Namun, semua yang dilakukannya saat malam mencekam itu, hanyalah menjalankan prosedur. Yang ada dalam pikirannya saat itu, dia hanya ingin agar tidak terjadi tabrakan keras. ”Karena truk ini sudah tidak bisa diselamatkan. Yang penting tidak sampai tabrakan keras terus hancur semua mobilnya. Kan kasihan dia pasti kena claim dari pihak kereta dan truknya juga,” paparnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#SOSOK HEROIK: Mohammad Anam #kabupaten mojokerto #feature #ka sancaka #feature jprm #Kecamatan Mojoanyar #penjaga perlintasan Dusun Damarsi #truk pengangkut mobil #penuelamat tabrakan #Desa Kepuhanyar #boks jprm