Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Uniknya Keripik Pelepah Pisang Buatan Warga Jatirejo Kabupaten Mojokerto

Fendy Hermansyah • Senin, 9 Januari 2023 | 16:22 WIB
UNIK NAN GURIH: Rizki Amalia, warga Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, menunjukkan produk olahan keripik pelepah pisang buatannya. (Yulianto Adi Nugroho/Jawa Pos Radar Mojokerto)
UNIK NAN GURIH: Rizki Amalia, warga Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, menunjukkan produk olahan keripik pelepah pisang buatannya. (Yulianto Adi Nugroho/Jawa Pos Radar Mojokerto)
Ide Terlahir dari Mahasiswa KKN, Rasanya Seperti Jamur

Melimpahnya tanaman pisang di Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, dimanfaatkan ibu-ibu rumah tangga menjadi olahan keripik pelepah. Camilan unik nan bercitarasa yahut ini sebenarnya bisa menjadi penyokong ekonomi warga. Sayang, produknya belum dikenal luas masyarakat karena terkendala pemasaran.

YULIANTO ADI NUGROHO, Jatirejo, Jawa Pos Radar Mojokerto

Naluri wirausaha Rizki Amalia sebenarnya sudah dipraktikkan sejak dua tahun sebelumnya. Ibu muda asal Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo, ini memproduksi keripik pisang dan keripik talas. Ide dari mahasiswa KKN yang datang ke kampungnya 2020 silam lah yang membuat aneka produknya makin liar. ”Sama anak-anak KKN itu saya dikasih ide buat keripik pelepah pisang,” ujarnya mengawali cerita dengan Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin (8/1).

Batang pisang yang biasa terbuang percuma rupanya bisa diolah jadi makanan ringan. Bagian dalam batang pisang yang berupa serat kotak-kotak cukup dipotong-potong serupa wafer. Pelepah pisang itu lantas direndam air, dikasih bumbu-bumbu, lalu digoreng dengan balutan tepung. ”Prosesnya ternyata mudah dan praktis,” kata perempuan 23 tahun ini.

Pelepah pisang yang semula dianggap tak bernilai itu, kelak menjadi hidangan caminal bercitarasa yahut. Keripik pelepah pisang memiliki rasa khas gurih. Selain oleh lidahnya sendiri, kenikmatan keripik gedebog juga diakui keluarga dan warga. ”Kata orang-orang rasanya seperti keripik jamur, tapi ini masih ada rasa pelepahnya,” imbuh Amalia.

Dari yang awalnya coba-coba, produksi keripik unik ini disenangi banyak orang. Dia pun mulai memproduksi secara masal. Menurutnya, hanya pelepah pisang jenis kepok atau sobo yang bisa digoreng jadi keripik. Jenis lainnya pernah dicoba, tapi hasilnya tak serenyah pelepah kepok. ”Jadinya keras dan alot,” tutur warga Dusun Lebaksari ini.

Meskipun hanya jenis tertentu, dirinya tak pernah pusing mencari bahan baku. Pohon pisang kepok di Desa Rejosari sangat melimpah. Hampir setiap sawah di kampung yang berada di lereng pegunungan ini ditanami pisang jenis tersebut. Istilahnya, pohon pisang di sana turah-turah. Itu juga yang membuat dirinya begitu bersemangat memproduksi keripik pelepah pisang. Satu batang pisang berukuran sedang bisa diolah menjadi 1,5 kilogram keripik. ”Memanfaatkan bahan baku dari desa sendiri dan di sini sangat melimpah,” jelasnya.

Peluang usaha itu konon sempat diharapkan menjadi penyokong ekonomi warga. Awal tahun lalu, puluhan ibu-ibu PKK dikumpulkan untuk mengikuti pelatihan produksi keripik pelepah pisang. Mereka belajar bareng caranya mengolah dan memasarkan keripik ini. Selain lewat getok tular, warga juga mencoba memasarkan produknya secara online.

Salah satunya lewat media sosial Facebook. Kemasan satu ons dijual dengan harga Rp 4 ribu. Sementara itu, untuk ukuran kiloan, per kilogramnya dijual Rp 60 ribu. ”Tapi ramainya kalau pas lebaran setelah itu ya sepi lagi,” kata Bella Novianti, 24, warga Dusun Kesiman yang pernah ikut pelatihan.

Menurut dia, pemasaran masih menjadi kendala terberat usaha keripik pelepah pisang asal Desa Rejosari tersebut. Selain belum popular, distribusinya pun sulit. ”Ya namanya di pelosok, misal mau COD-an pun sulit,” tuturnya. Padahal, menurutnya, produksi keripik pelepah pisang ini harusnya bisa menjadi penyokong ekonomi warga setempat yang rata-rata bekerja sebagai petani.

Senada diungkapkan Amelia. Setiap hari dia memang masih memproduksi keripik pelepah pisang. Tapi hanya dalam jumlah kecil untuk distok. Produksi lebih banyak hanya mengandalkan kalau ada pesanan saja. ”Kalau ada pesanan kita buat, kalau belum ada ya dibuat stok saja,” tandasnya. (ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#tol mojokerto #kabupaten mojokerto #Majapahit #mojokerto kota #kota onde-onde #pacet mojokerto #kerajaan majapahit #keripik #wisata mojokerto #pelepah pisang #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #onde-onde