Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tahiyat, Mantan TKI Sukses Budi Daya Jambu Kristal di Dlanggu Mojokerto

Fendy Hermansyah • Rabu, 4 Januari 2023 | 16:15 WIB
JUMBO: Pak Yat menunjukkan pohon jambu kristal yang siap dipanen. Berkat budi daya jambu ini, ia bisa meraup omzet hingga jutaan rupiah. (Sofan Kurniawan/Jawa Pos Radar Mojokerto)
JUMBO: Pak Yat menunjukkan pohon jambu kristal yang siap dipanen. Berkat budi daya jambu ini, ia bisa meraup omzet hingga jutaan rupiah. (Sofan Kurniawan/Jawa Pos Radar Mojokerto)
Berawal 50 Bibit dari Taiwan, Kini Kembangkan Agrowisata

Potensi usaha budi daya buah jambu taiwan atau yang dikenal jambu kristal kian menjanjikan. Selain dapat menghasilkan banyak cuan, peluang budi daya buah ini juga bisa dikembangkan menjadi kawasan agrowisata.

INDAH OCEANANDA, Dlanggu, Jawa Pos Radar Mojokerto

DI atas lahan seluas 1700 meter persegi, Tahiyat atau yang kerap disapa Pak Yat tersebut menyulap kawasan itu menjadi kebun jambu Taiwan. Pak Yat punya alasan tersendiri menyebutnya sebagai jambu Taiwan. Sebab, bibit yang ia kembangkan selama 20 tahun ini memang dibawa langsung dari Taiwan.

’’Kalau di sini kan nyebut-nya jambu kristal, bibitnya memang asli dikasih dari Taiwan. Dulu dikasih sebagai tanda kenang-kenangan,’’ ujar Pak Yat saat ditemui di kebunnya yang terletak di Dusun Gede, Desa Kedunggede, Kecamatan Dlanggu.

Pak Yat mengungkapkan, dulunya ia merupakan TKI yang bekerja sebagai buruh pabrik yang juga bergerak di bidang pertanian Taiwan. Namun, karena saat itu pabriknya gulung tikar, ia pun dipulangkan ke Indonesia dengan dibawakan bibit jambu kristal tersebut. ’’Dikasih 50 bibit, sekarang masih ada saya tanam di sawah,’’ ujar bapak dua anak ini.

Lalu, tahun 2002 itu, dia mendapatkan kunjungan temannya dari Taiwan. Dari kunjungan itu pula, dia kembali diberi bibit jambu kristal. Karena menurutnya prospek budi daya buah tersebut bagus, dia pun memilih untuk sewa lahan di dekat rumahnya. ’’Dulu awalnya saya masih sewa untuk tanam 120 bibit jambu ini. Alhamdulillah sebelum pandemi kemarin, akhirnya sekarang lahan ini sudah saya beli dari hasil jual panen buah ini,’’ beber Pak Yat.

Pria 61 tahun ini menuturkan, dalam satu kali panen, Pak Yat mengaku bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp 5-8 juta. Di musim raya, panen buah jambu kristalnya bisa mencapai kurang lebih 1 ton 2 kuintal. ’’Musim raya biasanya bulan Februari dan Juli. Kalau musim biasa tetap ada, cuma jumlahnya nggak banyak,’’ papar dia.

Kakek dua cucu ini menambahkan, buah jambu kristal ini sekilas memang tampak seperti jambu biji. Namun, isinya berbeda. Jambu Taiwan memiliki daging buah berwarna putih. Tak hanya itu, buah ini juga tak punya banyak biji dan memiliki rasa yang manis. ’’Kalau jambu biji Indonesia kan dagingnya merah dan banyak biji. Rasanya juga masih manis yang Taiwan ini,’’ jelas dia. Ukuran jambu Taiwan sendiri lebih besar. Setidaknya, berat per buah bisa mencapai 5-6 ons.

Hasil panen budi daya ini, lanjut Pak Yat, sudah banyak dipasarkan ke berbagai daerah. Terutama ke Surabaya. Selain dikirim ke luar kota, Pak Yat juga membuka lahannya sebagai agrowisata bagi masyarakat. ’’Kalau langsung metik ke sini, per kilonya saya jual Rp 13 ribu. Kalau masuk supermarket, misalnya Surabaya beda, harganya Rp 18 ribu per kilogram,’’ ulas dia.

Setiap akhir pekan, lahan budi daya jambu kristal Pak Yat kerap jadi jujukan. Tak sedikit pula, pengunjung luar kota ikut berburu manisnya buah ini.

Ke depan, Pak Yat berharap bisa lebih fokus mengembangkan lahan agrowisata buah jambu Taiwan di lahannya itu. Bahkan, saat ini dia berencana memindahkan 50 pohon jambu kristal yang ada di sawah ke lahannya saat ini. ’’Rencana mau saya taruh di lahan bagian belakang biar jadi satu sama pohon lainnya. Dan semoga tren budi daya buah ini bisa berkembang di masyarakat, karena hasilnya juga lumayan,’’ tandas dia. (fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Mojopahit #jambu mojokerto #mantan TKI #kerajaan majapahit #jambu kristal #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde