Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Madiun Menjelma Jadi Kota Sejuta Bunga, Taman Biasa Kini Menjadi Menawan

Fendy Hermansyah • Senin, 31 Oktober 2022 | 12:10 WIB
CIAMIK: Suasana di Taman Obor, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun yang kerap menjadi jujukan warga lokal maupun wisatawan domestik. (Indah Oceananda/Jawa Pos Radar Mojokerto)
CIAMIK: Suasana di Taman Obor, Kelurahan Oro-Oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun yang kerap menjadi jujukan warga lokal maupun wisatawan domestik. (Indah Oceananda/Jawa Pos Radar Mojokerto)
Kota pecel itu, tak lagi kumuh. Kini, di setiap kecamatan, dilengkapi taman dan ruang terbuka hijau (RTH) yang unik, indah, asri, dan memanjakan mata. Di bawah kepemimpinan Maidi, Kota Madiun berhasil menjelma menjadi Kota Sejuta Bunga.

INDAH OCEANANDA, Kota Madiun, Jawa Pos Radar Mojokerto

BERKAT kerindangan pepohonan dan indahnya bunga yang tumbuh di sepanjang jalan, hawa gerah seolah hilang saat kita menginjakkan kaki di jantung Kota Madiun. Salah satunya terasa di Kecamatan Kartoharjo. Jawa Pos Radar Mojokerto berkesempatan menilik pemandangan taman sekaligus RTH yang saat ini disulap menjadi sangat menawan.

Sembilan kelurahan di kecamatan tersebut memiliki taman dengan keunikan dan khas berbeda. Seperti di Taman Obor, Kelurahan Oro-Oro Ombo. Taman ini menampilkan kesan sejarah perjuangan kemerdekaan yang disimbolkan dari monumen obor. Dulunya, taman ini belum memiliki monumen. Bahkan, taman ini juga belum dilengkapi dengan beragam jenis bunga dan kursi santai seperti saat ini.

”Beda dengan Kota Madiun yang dulu. Sekarang di mana-mana ada tamannya. Kalau Taman Obor ini dibangun untuk memperingati semangat juang kemerdekaan, di kelurahan lain juga ada yang konsepnya robotik,” terang Ambon, salah satu warga sekitar.

Dia menyebutkan, semenjak dipimpin Maidi, kini tatanan Kota Madiun terlihat lebih asri. Itu juga didukung dengan lapak kuliner. Selain lapak, pemkot juga membangun Rumah Joglo dalam satu kawasan di taman tersebut. Rumah ini difungsikan untuk tempat bersantai warga saat menikmati kuliner.

”Hari reguler ramai tetap, biasanya dipakai untuk foto-foto. Apalagi, weekend tambah ramai. Sini juga dapat pemasukan dari warga yang mampir ke lapak,” terangnya.

Pantauan yang sama terjadi di RTH Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo. Dulunya, taman ini sama sekali tak terawat. Bahkan, kawasan tersebut seolah gersang. Dibandingkan empat tahun lalu, kondisi RTH Pilangbango saat ini jauh lebih hijau dan cantik. Sebab, di sepanjang jalan banyak aneka jenis bunga yang tumbuh mekar.

Wali Kota Madiun Maidi menceritakan, pembangunan taman ini semula untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat pada bunga. Selain itu, agar cuaca di kota ini terasa lebih sejuk dan rindang. Sehingga membuat nyaman masyarakat. ”Jadi tidak hanya bunga bank saja, tapi bunga beneran. Perannya, untuk menghijaukan lingkungan sekitar kota,” ujar Wali Kota Madiun Maidi, Jumat lalu (28/10).

Upaya menumbuhkan gerakan cinta menanam bunga, tutur Maidi, semula dinilai sulit diterapkan. Dari situ dia berhasil mengubah mindset masyarakat untuk menggeber gerakan mencintai bunga melalui usaha budidaya madu. ”Kita awali dengan membagikan koloni lebah untuk dibudidayakan agar menghasilkan madu berkualitas. Karena lebah ini sumber makanannya ada di bunga. Dari situ saya yakin masyarakat akan senang menanam bunga. Baik dari sisi keindahannya, masuk. Ekonomi dan kesehatan juga masuk (menghasilkan pendapatan warga),” terang dia.

Melalui gerakan tersebut, Pemkot Madiun telah berhasil menggaet minat masyarakat menanam bunga. Seperti yang dia targetkan 2019 silam. Yakni, mewujudkan Kota Madiun sebagai Kota Sejuta Bunga. Impian tersebut berhasil terealisasi. Masyarakat dan wisatawan saat ini dimanjakan bunga taman dan bunga.

Di mana, jenis bunga yang ditanam memang beragam dan banyak pilihan. Bunga kertas, bunga soka, serta bougenville. ”Terbaru, tahun ini kita bagikan gratis bibit cabai sebanyak 30 ribu. Tujuannya, agar bunganya bisa untuk lebah, dan hasilnya dapat dinikmati masyarakat,” tegas mantan Sekdakot Madiun ini.

Data Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Madiun tahun 2018 menyebutkan, kota dengan 27 kelurahan ini sudah memiliki 53 titik taman. Taman-taman tersebut tersebar dengan bentuk dan fungsi beragam. Seperti taman pulau jalan, taman monumen, taman rekreasi kota, taman lingkungan, serta taman lapangan olahraga.

Meski kondisinya belum sehijau dan terawat seperti saat ini. ”Untuk mewujudkan Kota Sejuta Bunga, perlu ada perombakan di semua taman. Terutama, untuk luas taman yang besar. Jadi prioritas perbaikan sejak 2019 lalu hingga saat ini,” jelasnya.

Memasuki tahun 2022 ini, jumlah taman di Kota Madiun mengalami peningkatan. Tercatat, ada 71 titik dengan total luas lahan mencapai 55,41 hektare. Delapan di antaranya merupakan RTH sedang dalam proses pembangunan tahun ini.
Selain dipercantik dengan taman, pemkot juga melengkapi fasilitas taman sebagai ruang atau wahana rekreasi bagi masyarakat, dan sebagai daya tarik wisatawan lokal maupun domestik.

Dengan menyertakan lapak makanan dan minuman yang diinisiasi warga yang tinggal di kawasan tersebut. ”Bebas membuka lapak makanan dan minuman di taman tersebut. Penjualnya (pelaku UMKM) juga warga sekitar. Ini sekaligus sebagai upaya Pemkot Madiun dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal,” tuturnya.

Terkait pemeliharaan puluhan taman di penjuru Kota Madiun, Maidi mengaku pihaknya menerjunkan tim khusus untuk perawatan. Setidaknya ada 177 petugas dipekerjakan melakukan pembersihan, pemupukan, serta perawatan tanaman setiap harinya.

”Target tahun 2024, pembangunan seluruh taman rampung. Sehingga tidak ada satu pun titik kota yang tidak tertanam bunga. Karena lahan Kota Madiun sempit. Karenanya kita optimalkan penanaman bunga di seluruh lahan yang belum hijau,” tandasnya. (ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#kota sejuta bunga #boks #kota madiun #madiun