Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Titik Nol Kilometer Kota Mojokerto, Dulu Jadi Ukuran Jarak Tempuh Kuda

Fendy Hermansyah • Sabtu, 16 Juli 2022 | 15:43 WIB
MENINGKAT: Siti Aminah menunjukkan hasil produksi cincau hitam olahannya.
MENINGKAT: Siti Aminah menunjukkan hasil produksi cincau hitam olahannya.
Kini Jadi Penanda Jarak Antarkota

Mungkin karena tak sepopuler tugu di kota-kota besar lainnya, sehingga tak banyak yang mengetahui titik nol kilometer (0 km) Mojokerto. Padahal, penanda yang juga dikenal sebagai pal itu menjadi titik awal untuk mengetahui jarak tempuh menuju ke kota lainnya. Di mana keberadaannya?

RIZAL AMRULLOH, Kota, Jawa Pos Radar Mojokerto

LOKASI titik nol yang tidak berada di pusat kota bisa jadi menjadi faktor kurang diketahuinya tugu nol kilometer Mojokerto. Satu-satunya petunjuk untuk mengetahuinya adalah patok atau pal yang terpancang di ruas Jalan Brawijaya, Kota Mojokerto.

Pada bagian muka tugu yang terbuat dari beton itu tertera keterangan MJKTO 0 yang menunjukkan bahwa di titik tersebut merupakan titik nol kilometer di Kota Mojokerto. Sementara di sisi permukaan pal lainnya juga terpampang keterangan angka yang menunjukkan jarak tempuh menuju kota tetangga.

Tugu 0 km Kota Mojokerto itu tepatnya berada di Lingkungan/Kelurahan Kauman Gang 6, Kecamatan Prajurit Kulon. Sepintas, tugu dengan ketingian sekitar 1 meter itu memang tak mencolok. Meski demikian, pal yang berada di ruas jalan satu arah itu telah dicat ulang dengan warna cukup cerah sehingga bisa memancing perhatian siapa saja yang melintas.

Ketua Divisi Kajian dan Pengembangan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto Ayuhanafiq mengungkapkan, tugu nol kilometer telah ada sejak masa kolonial. Yakni pada kisaran abad ke-19 beriringan dengan dibangunnya Jalan Raya Pos yang membentang dari Anyer sampai Panarukan. ”Pal atau tugu penanda itu kemudian juga digunakan untuk semua jalur penghubung antarkota. Termasuk di Mojokerto,” paparnya.

Meskipun, tugu penanda itu kini telah mengalami perubahan fungsi. Karena pal digunakan untuk mengetahui jarak tempuh antara kota dengan kota yang lainnya. Pada titik nol kilometer Kota Mojokerto misalnya, juga tertera SBYA 49 dan JBNG 30 yang menjadi tolok ukur jarak menuju Kota Surabaya dan Jombang. ”Pal saat ini difungsikan sebagai pendanda jarak antarkota dengan kota yang lainnya,” ulasnya.

Karena itu, pal nol kilometer pada umumnya ditempatkan di pusat kota. Begitu pun titik 0 km di Kota Mojokerto yang juga berada tidak jauh dari alun-alun. ”Karena titik nol itu juga menjadi tanda pusat kota,” ulas pemerhati sejarah Mojokerto yang akrab disapa Yuhan ini.

Hal itu berbeda dengan awal didirikannya tugu. Yuhan menyebut, pal di masa kolonial difungsikan untuk mengukur kekuatan kuda. Karena hewan mamalia tersebut dulu menjadi sarana transportasi baik untuk tunggangan maupun penghela pedati.

Di sisi lain, kuda juga digunakan untuk mengangkut jasa pengiriman surat dari kantor pos. Sehingga, dari titik nol, di sapanjang jalur utama juga dipasang pal sebagai acuan jarak tempuh kuda. ”Karena kekuatan kuda terbatas, tiap berapa pal ada kuda pengganti untuk mengantarkan surat,” tuturnya. (ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #kota onde-onde #Mojopahit #sekolah ongko loro #Kota Mojokerto #titik nol kota mojokerto #mojokerto #trowulan #onde-onde