Lokasi mata air Sumberbeji ini terletak tak jauh dari Jalan Jolotundo, Desa Tamiajeng, Trawas. Sekitar 300 meter dari jalan, di balik perkampungan warga. Mata air ini berada di area rumpun bambu dan pepohonan yang lebat.
Mata airnya keluar dari akar-akar bambu. Mengalir menuju pancuran kolam bundar berdiameter 3 meter. Kolam dikelilingi bebatuan andesit. Pancuran dan sekelilingnya dipercaya sudah dibentuk sejak zaman kerajaan.
Terdapat pula patok batu setinggi setengah meter. Ada dupa dan sisa bunga di dekat patok batu. "Selain untuk mandi, kolam petirtaan ini dihormati warga karena dianggap keramat," ujar Sukadi, warga setempat.
Sumberbeji, kata Sukadi, banyak dikunjungi orang luar daerah. Selain warga setempat, tak sedikit warga luar daerah yang mandi hingga membawa air untuk berbagai kebutuhan. "Baru-baru ini ada orang Jombang yang bawa air. Katanya buat kesehatan," beber pria 60 tahun ini.
Di Desa Tamiajeng, kata dia, terdapat lebih dari satu mata air. Kebanyakan mata air keluar dari pepohonan bambu. Mata air tersebut dipercaya sudah muncul sejak zaman kerajaan. "Biasanya terdapat batu-batu pancuran dan patok. Orang-orang tua bilang mata air itu sudah ada sejak zaman kerajaan," tandas dia. (fen) Editor : Fendy Hermansyah