Bahlil Mini Soccer Zona Mojokerto-Jombang, Tim Sekolah Genjot Fisik hingga Chemistry Pemain

Farisma Romawan • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 06:36 WIB
USUNG SPORTIVITAS: Sebanyak 16 kaptem tim peserta turnamen Bahlil Mini Soccer zona Mojokerto-Jombang membaca deklarasi sportivitas saat launching turnamen yang digelar di ballroom Lumina, Sunrise Mall Mojokerto, Sabtu (12/9). (Sofan Kurniawan/JPRM)
USUNG SPORTIVITAS: Sebanyak 16 kaptem tim peserta turnamen Bahlil Mini Soccer zona Mojokerto-Jombang membaca deklarasi sportivitas saat launching turnamen yang digelar di ballroom Lumina, Sunrise Mall Mojokerto, Sabtu (12/9). (Sofan Kurniawan/JPRM)

SEBANYAK 16 tim SMA sederajat dari Mojokerto dan Jombang terus mematangkan persiapannya demi merebut juara pada turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona 6 Mojokerto-Jombang di Asri Sport Center, Jalan Raya Gempol-Mojokerto Desa/Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, 17-18 September mendatang. Demi merengkuh tahta juara, mereka rela menggenjot fisik pemain dan merombak strategi tim selama latihan.

Beberapa tim bahkan rela memforsir tenaga pemain demi bisa beradaptasi dengan lapangan mini soccer yang baru pertama kali digelar di bumi Majapahit. Salah satu tim yang menunjukkan keseriusan tinggi adalah SMAN 1 Puri yang dikomando sang kapten, Galang Dwi Saputra. Pelajar kelas XI ini intens menggelar latihan tiga kali seminggu sejak pekan lalu. Menu latihan mereka berfokus pada latihan fisik, dengan memberikan target ekstrem berupa jogging 12 menit setiap hari dengan jarak tempuh 2,5 kilometer.

’’Kami juga mencoba strategi baru untuk turnamen ini. Menurut saya, semua tim memiliki kualitas yang rata dan semuanya punya tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Pengalaman kami di turnamen futsal Jombang akan menjadi modal berharga untuk menata mental dan menambah semangat tanding anak-anak Castle Soccer Academy,’’ ujarnya.

Motivasi berlipat juga dirasakan Aditya Saputra, pemain SMKN Mojoagung yang juga akan memulai debutnya di turnamen mini soccer. Adit, sapaan akrabnya,  mengaku tensi tinggi menjelang laga justru membakar ambisinya untuk keluar sebagai pemenang. ’’Tekanan dari tim sekolah lain dan atmosfer suporter asal Mojokerto membuat saya lebih termotivasi untuk menang. Mental kami sudah tertata karena pernah ikut turnamen futsal di Mojokerto. Selama dua minggu terakhir, kami intens latihan fisik tanpa bola selama 30 menit, dilanjutkan taktik dengan bola 30 menit. Kami juga menyiapkan formasi baru khusus untuk ajang ini,’’ kata pelajar kelas XI ini.

Adaptasi baru diakui oleh tim SMANSA (SMAN 1 Kota Mojokerto). Sang pelatih sekaligus guru PJOK, Arief Firmansyah mengungkapkan, timnya baru melakoni satu kali latihan bersama. Fokus utama mereka saat ini adalah membangun chemistry kilat antarpemain. ’’Karena basic-nya anak-anak adalah futsal, fokus kami adalah adaptasi strategi dan formasi di mini soccer. Kami memperbanyak intensitas fisik, pematangan taktik, dan yang paling penting adalah chemistry agar hubungan kerja sama antarpemain bisa lebih solid di lapangan,’’ tambah Arief.

Di sisi lain, persiapan lebih matang justru ditunjukkan tim SMK Tamansiswa yang diarsiteki guru olahraganya, Fandani Yuli Prasetya. Tim ini tercatat sudah melakukan persiapan matang selama satu bulan penuh. Mengingat ini adalah pengalaman pertama mereka di cabang mini soccer setelah terbiasa aktif di sepak bola konvensional dan futsal.

Fandani memberikan perhatian khusus pada regulasi jumlah pemain. ’’Kami fokus pada adaptasi kondisi pemain di lapangan karena jumlah pemain mini soccer ini lebih sedikit dari sepak bola. Artinya, permainan taktis harus lebih jalan. Kondisi fisik anak-anak juga kami genjot habis-habisan karena jadwal turnamen ini sangat padat, dalam sehari satu tim bisa main 3 sampai 4 kali,’’ tuturnya. (far/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
bahlil mini soccer golkar jatim zona mojokerto-jombang jawa pos radar mojokerto