Wiwit Haryono, Membangun Masa Depan dari Lereng Gunung

Imron Arlado • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 07:19 WIB
PEGIAT EKONOMI KREATIF: Wiwit Haryono menerima penghargaan Jawa Pos Radar Mojokerto Award 2026 yang diserahkan Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf. Batara Alex Bulo dalam seremoni yang digelar di Ballroom Sunrise Hotel Mojokerto, Kota Mojokerto, pada Selasa (7/7) lalu. (Anggi JPRM)
PEGIAT EKONOMI KREATIF: Wiwit Haryono menerima penghargaan Jawa Pos Radar Mojokerto Award 2026 yang diserahkan Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf. Batara Alex Bulo dalam seremoni yang digelar di Ballroom Sunrise Hotel Mojokerto, Kota Mojokerto, pada Selasa (7/7) lalu. (Anggi JPRM) 

Di saat banyak anak muda memimpikan masa depan di kota besar, Wiwit Haryono justru memilih arah sebaliknya. Setelah menamatkan pendidikan tinggi di Surabaya, ia pulang ke desa. Bukan karena tidak memiliki pilihan, melainkan karena ia percaya bahwa masa depan Indonesia juga dibangun dari desa.

BAGI Wiwit, gunung bukan sekadar tempat untuk didaki. Hutan bukan hanya bentang alam yang indah. Sejak muda, hobinya menjelajah alam telah membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan: setiap perjalanan selalu menyimpan pelajaran, setiap puncak selalu mengajarkan ketekunan, dan setiap desa memiliki potensi yang menunggu untuk dibangunkan.

Wiwit Haryono, Pegiat Wisata dan Ekonomi Kreatif Mojokerto.
Wiwit Haryono, Pegiat Wisata dan Ekonomi Kreatif Mojokerto.

 Ia melihat sesuatu yang sering luput dari perhatian banyak orang. Alam Pacet yang memesona bukan hanya layak dikagumi, tetapi juga mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi jika dikelola secara kreatif dan bertanggung jawab. Dari keyakinan itulah lahir sebuah gerakan yang mengubah cara masyarakat memandang kampung halamannya. ’’Saya percaya, ketika alam dijaga dan masyarakat diberdayakan, desa tidak hanya menjadi tempat tinggal. Desa akan menjadi tempat lahirnya peradaban baru,’’ ujarnya.

Dengan semangat inovasi dan keberanian mendobrak pola lama, Wiwit membangun ekosistem wisata berbasis alam yang memadukan keindahan, pengalaman, dan pemberdayaan masyarakat. Bersama 17 orang yang mempercayai visinya, ia mulai merintis destinasi demi destinasi yang kini menjadi ikon wisata Pacet. Di antara wisata yang dikelola Wiwit adalah:

Alas Pacet. Kawasan ini merupakan salah satu destinasi wisata alam favorit di Mojokerto karena menawarkan udara sejuk, panorama hutan pinus, jalur pegunungan, serta menjadi pintu masuk menuju beberapa objek wisata di lereng Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan.
Alas Pacet. Kawasan ini merupakan salah satu destinasi wisata alam favorit di Mojokerto karena menawarkan udara sejuk, panorama hutan pinus, jalur pegunungan, serta menjadi pintu masuk menuju beberapa objek wisata di lereng Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan.

 Alas Pacet. Kawasan ini merupakan salah satu destinasi wisata alam favorit di Mojokerto karena menawarkan udara sejuk, panorama hutan pinus, jalur pegunungan, serta menjadi pintu masuk menuju beberapa objek wisata di lereng Gunung Welirang dan Gunung Penanggungan.

Jacuzzi Pacet. Berada di kawasan Padusan, Pacet, sekitar 50 meter di sebelah timur Pemandian Air Panas Padusan. Lokasinya berada di tengah hutan pinus di kaki Gunung Welirang sehingga memiliki udara yang sejuk dan suasana alam. Wisata ini menawarkan sensasi relaksasi di kawasan pegunungan.

Jacuzzi Pacet. Berada di kawasan Padusan, Pacet
Jacuzzi Pacet. Berada di kawasan Padusan, Pacet

Welirang Resort. Wisata ini menjadi ruang peristirahatan yang memadukan kenyamanan dan panorama alam. Lokasinya berada di kawasan hutan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Dari deretan wisata yang dikelolanya, Titik Nol Pacet dan Rooftop Pacet menjadi objek yang paling fenomenal di kawasan Pacet. Pria yang akrab disapa Sarko ini menjelaskan, lokasi ini dibangun sebagai ruang berkumpul dan menikmati lanskap pegunungan. saat ini, dua objek tersebut selalu ramai pengunjung, terlebih saat akhir pekan. ’’Selalu penuh. Apalagi kalau ada live music,’’ jelasnya.

Titik Nol Pacet dan Rooftop Pacet menjadi objek yang paling fenomenal di kawasan Pacet.
Titik Nol Pacet dan Rooftop Pacet menjadi objek yang paling fenomenal di kawasan Pacet.

Namun bagi Sarko, membangun destinasi hanyalah permulaan. Tujuan utamanya adalah membangun manusia. Ia percaya bahwa keberhasilan sebuah tempat wisata tidak diukur dari ramainya pengunjung, tetapi dari banyaknya masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk bertumbuh.

Filosofi tersebut kini telah membuahkan hasil. Bersama timnya, ia berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari 100 pemuda desa dan menghadirkan peluang bagi generasi muda untuk berkarya tanpa harus meninggalkan tanah kelahirannya.

Wiwit Haryono, Pegiat Wisata dan Ekonomi Kreatif.
Wiwit Haryono, Pegiat Wisata dan Ekonomi Kreatif.

 

Di balik setiap destinasi yang berdiri, terdapat kisah tentang anak-anak muda yang kembali percaya pada desanya. Tentang keluarga yang memperoleh penghasilan baru. Tentang pelaku UMKM yang produknya dikenal lebih luas. Tentang masyarakat yang menyadari bahwa alam dapat menjadi sumber kesejahteraan tanpa kehilangan kelestariannya.

Perjalanan Wiwit menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar kemampuan mengelola organisasi, melainkan keberanian menyalakan harapan. Ia membuktikan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari gedung-gedung tinggi atau pusat bisnis modern. Terkadang, inovasi terbesar justru tumbuh dari jalan setapak di kaki gunung, dari hutan yang dijaga, dan dari keyakinan bahwa desa memiliki masa depan yang sama besarnya dengan kota.

Visinya masih jauh dari selesai. Ia bermimpi menjadikan Pacet sebagai contoh nasional bagaimana pariwisata berbasis alam mampu melahirkan ekonomi kreatif yang inklusif, memberdayakan masyarakat lokal, serta menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. (ron/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
jawa pos radar mojokerto award 2026 wiwit haryono pegiat wisata penggerak ekonomi kreatif