”Ketika kami merenovasi sekolah, kami sedang berinvestasi pada masa depan SDM Mojokerto. Ketika kami melatih ibu-ibu PKK mengolah limbah atau mendirikan bank sampah, kami sedang menanamkan kemandirian ekonomi sekaligus kesadaran ekologis.”
Josephine Ayu
HR Manager PT Sun Paper Source
Konsistensi PT Sun Paper Source dalam merajut sinergi antara operasional manufaktur dan pemberdayaan masyarakat akhirnya membuahkan pengakuan prestisius. Sebagai produsen tisu terkemuka yang menaungi merek-merek lokal ternama, seperti Montiss, Pulpies, dan Favour, serta telah mengekspor produknya ke lebih dari 80 negara di lima benua, PT Sun Paper Source membuktikan bahwa skala bisnis global tidak melunturkan perhatian pada kearifan lokal.
PERUSAHAAN ini resmi meraih penghargaan sebagai entitas yang paling konsisten menjaga keselarasan program corporate social responsibility (CSR) dengan kelestarian lingkungan dari Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM), yang diserahkan dalam malam penganugerahan Jawa Pos Radar Mojokerto Award 2026, di Ballroom Sunrise Hotel Mojokerto, Selasa (7/7).
Penghargaan ini menjadi legitimasi atas komitmen panjang perusahaan hingga pertengahan 2026. Di tengah dinamika industri tisu global yang sangat kompetitif, PT Sun Paper Source berhasil membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis dan kesejahteraan masyarakat lokal bukanlah dua entitas yang saling terpisah, melainkan satu kesatuan yang harus tumbuh beriringan.
HR Manager PT Sun Paper Source Josephine Ayu menjelaskan, inisiatif lingkungan selalu menjadi garda terdepan dari capaian perusahaan. ”Kami juga telah melakukan akselerasi pengelolaan sampah melalui pendirian empat bank sampah di empat desa di wilayah Kecamatan Ngoro,” tuturnya.
Ia menjelaskan, langkah keberdampakan juga diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan. Di antaranya dengan pendampingan berkelanjutan, mulai dari pemberdayaan ibu-ibu PKK dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk bernilai ekonomi, hingga penanaman budaya sadar lingkungan kepada para siswa tingkat SD.
Tidak berhenti pada isu lingkungan, Josephine Ayu menyatakan, perusahaan di bawah naungan SPS Corporate ini juga memperluas jangkauan kontribusinya pada sektor pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
”Kami menyadari bahwa akses pendidikan yang layak adalah fondasi utama kemajuan daerah. Oleh karena itu, perusahaan secara aktif merenovasi beberapa fasilitas sekolah di sekitar wilayah operasional guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan suportif bagi generasi penerus bangsa,” tandasnya.
Upaya ini, terang Josephine Ayu, sekaligus melengkapi rekam jejak perusahaan dalam membenahi infrastruktur dasar. Mulai dari pembangunan sumur bor, sistem pipanisasi air bersih di Desa Kembangringgit dan sekitarnya, hingga pembangunan irigasi sawah sepanjang 150 meter yang menjadi tulang punggung produktivitas petani lokal. ”Kami menyoroti bahwa keberlanjutan adalah filosofi yang harus mendarah daging dalam setiap langkah operasional perusahaan,” paparnya.
Ia menegaskan, perusahaan memandang keberlanjutan bukanlah sebagai beban operasional, melainkan justru menjadi fondasi utama dari pertumbuhan jangka panjang perusahaan. ”Meskipun produk kami telah menjangkau konsumen di lebih dari 80 negara di lima benua melalui merek, seperti Montiss, Pulpies, dan Favour, akar kami tetaplah Mojokerto,” tandasnya. (bas/ris)
Editor : Fendy Hermansyah