RATUSAN peserta dari enam jenis lomba yang mewakili 18 kecamatan siap beradu skill dan kreativitasnya di hadapan Bunda PAUD Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarraa. Hari ini (4/6), mereka bakal menghadirkan karya terbaik dalam babak grand final Gebyar PAUD Ceria 2026 Bersama Ning Hanna di Pendapa Graha Majatama Pemkab Mojokerto.
Ketua Event Gebyar PAUD Ceria 2026 Bersama Ning Hanna, Ahmad Basuni menuturkan, event tersebut akan diikuti sekitar 250 peserta didik dari berbagai lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kabupaten Mojokerto. Akan ada enam jenis lomba yang disajikan selama rangkaian kegiatan berlangsung. ’’Di antaranya, lomba fashion, kolase, mewarnai, finger paint, video mendongeng Papa Mia dan guru bercerita,’’ terangnya, kemarin (3/6).
Di sisi lain, babak grand final ini juga warnai dengan penampilan hiburan dari siswa maupun guru di lembaga PAUD. ’’Untuk hiburan, ada hadrah cilik, tari tradisional, dan drama musical yang akan dipersembahkan oleh teman-teman PAUD,’’ ungkap Basuni.
Selama kegiatan berlangsung, para dewan juri akan menyeleksi karya maupun penampilan masing-masing peserta berdasarkan jenis lomba. Demikian juga untuk setiap jenis lomba telah memiliki indikator penilaian sebagai dasar dalam menentukan juara. ’’Untuk lomba video Papa Mia dan guru bercerita, sudah kita seleksi. Sehingga dalam grand final ini, hanya tinggal melihat penampilan dari pemenang saja,’’ imbuhnya.
Basuni menambahkan, masing-masing jenis lomba diseleksi oleh tiga dewan juri kompeten sesuai bidangnya. Selanjutnya, pemenang dari hasil penilaian karya dan penampilan peserta akan langsung diumumkan. ’’Pengumuman pemenang langsung diumumkan hari itu juga,’’ urainya.
Event hasil kerja bareng Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto tersebut merupakan rangkaian acara dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2026 sekaligus memperingati Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto.
Bertema Menebar Senyum, Merajut Asa Menuju Mojokerto Hebat, acara ini menjadi kegiatan terbesar dan pertama kali digelar bagi jenjang pendidikan usia dini. Dengan menggandeng empat lembaga pendidikan di bawah naungan IGTKI, IGRA, HP3, dan HIMPAUDI, setidaknya beragam jenis lomba telah digulirkan oleh panitia. ’’Tidak hanya peserta didik, lomba yang digelar ini juga melibatkan pendidik dan orang tua siswa,’’ jelas Basuni.
Perlombaan tersebut diharapkan dapat mengasah kreativitas anak didik sejak usia dini. Sekaligus memacu sportivitas mereka dalam berkompetisi. ’’Diharapkan, kegiatan ini bisa mewujudkan peserta didik menjadi generasi berkarakter, ceria, dan gigih,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah