Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gebyar PAUD Ceria 2026 Bersama Ning Hanna, Karya Lomba Video Papamia dan Guru Bercerita Dinilai Dewan Juri

Indah Oceananda • Selasa, 2 Juni 2026 | 04:37 WIB
BUNDA PAUD: Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarraa atau Ning Hana mendampingi ratusan peserta lomba mewarnai tingkat SD dalam rangkaian Mlaku Bareng di GOR Gajah Mada Mojosari, Oktobe
BUNDA PAUD: Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarraa atau Ning Hana mendampingi ratusan peserta lomba mewarnai tingkat SD dalam rangkaian Mlaku Bareng di GOR Gajah Mada Mojosari, Oktobe

 

PANITIA event Gebyar PAUD Ceria 2026 Bersama Ning Hanna mulai menyeleksi karya video bercerita Papa Mia dan Guru Bercerita yang telah diikuti 18 peserta dari masing-masing kecamatan. Ada lima indikator penilaian yang dilakukan oleh dewan juri dalam menentukan pemenang dari kedua lomba tersebut. 

Ketua Panitia Gebyar PAUD Ceria 2026 Bersama Ning Hanna, Ahmad Basuni mengatakan, panitia dari Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) menyeleksi satu per satu video perwakilan 18 peserta kecamatan. Proses ini sekaligus untuk menentukan pemenang yang berhak lolos menjadi juara di tingkat kabupaten. 

’’Untuk lomba bercerita Papa Mia yang diikuti siswa jenjang HIMPAUDI, akan diseleksi oleh Manajer Online JPRM Imron Arlado. Sedangkan untuk lomba video guru bercerita, akan diseleksi oleh Pemimpin Redaksi Moch. Chariris,’’ katanya, kemarin (1/6). Dalam proses penyeleksian, ada empat aspek yang akan menjadi tolak ukur dewan juri dalam menentukan pemenang. Di antaranya, keserasian tema dan materi, ekspresi dan penghayatan, kreativitas dan chemistry, penampilan maupun properti, serta teknis video dan audio yang ditampilkan peserta. 

’’Dari kelima indikator tersebut, ekspresi dan penghayatan memiliki bobot penilaian paling besar, yakni 25 persen,’’ jelas dia. Sehingga, lanjut Basuni, dengan adanya indikator penilaian tersebut dewan juri dipastikan menyeleksi video secara ketat. Demikian pula untuk empat lomba lainnya yang juga akan digulirkan dalam grand final yang berlangsung pada 4 Juni itu. Panitia juga telah menetapkan indikator penilaian untuk lomba mewarnai, kolase, finger paint, serta fashion. ’’Untuk menentukan yang terbaik saat di kabupaten nanti, kami sudah menetapkan indikator penilaian untuk tampilan peserta,’’ bebernya. 

Event hasil kerja bareng JPRM dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto ini dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2026 sekaligus memperingati Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto. Bertema Menebar Senyum, Merajut Asa Menuju Mojokerto Hebat, acara ini menjadi kegiatan terbesar dan digelar perdana bagi jenjang pendidikan usia dini. 

Dengan menggandeng empat lembaga di bawah naungan IGTKI, IGRA, HP3, serta HIMPAUDI, dalam event ini ada beragam jenis lomba yang digeber. ’’Tidak hanya peserta didik, beragam lomba yang digelar juga melibatkan pendidik dan orang tua siswa,’’ ungkap Basuni. Gelaran lomba tersebut diharapkan dapat mengasah kreativitas anak didik sejak dini, sekaligus memacu sportivitas mereka dalam berkompetisi. ’’Diharapkan kegiatan ini bisa mewujudkan peserta didik menjadi generasi berkarakter, ceria, dan gigih,’’ tandasnya. (oce/ris)

 

 

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Gebyar PAUD Ceria 2026 Bersama Ning Hanna #Gebyar Pos PAUD #event JPRM