MOJOKERTO RAYA - Tahap penjurian tingkat kecamatan dalam event Gebyar PAUD Ceria 2026 Bersama Ning Hanna masih terus berlangsung. Kemarin (19/5), Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Amsar Azhari Siregar dan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto Muttakin, membuka sekaligus menyaksikan proses seleksi acara dalam rangkaian menyambut Hari Anak Nasional 2026 dan memperingati Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto tersebut.
Berlangsung di Pendapa Kecamatan Pungging, event yang diikuti 700 siswa dari 12 RA tersebut berlangsung cukup semarak. Diawali dengan senam bersama, kemudian para siswa mulai melanjutkan lomba mewarnai yang diiringi dengan penampilan 24 peserta fashion show menggunakan media berbahan koran.
Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, event ini menjadi peluang siswa dalam menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, serta meningkatkan kerja sama antara orang tua dan buah hati. ”Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa, maka penting bagi kita sebagai orang tua memperhatikan kemampuan anak-anak,” terangnya.
Sehingga melalui kegiatan ini, lanjutnya, anak bisa melatih kreativitas motorik dan imajinasi, serta kerja sama dan emosional antara anak dan orang tua. ”Oleh karena itu, mari kita dukung dan ikuti kemampuan anak-anak kita,” imbuhnya.
Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto Muttakin turut memberikan dukungan penuh pada acara yang bertema Menebar Senyum, Merajut Asa Menuju Mojokerto Hebat, tersebut. Apalagi, terang dia, kegiatan ini melibatkan kolaborasi antarelemen organisasi mitra (ormit) pendidikan usia dini. ’’Kita sangat mengapresiasi, karena bagian dari kolaborasi antarelemen. Baik dari IGRA, IGTKI, HIMPAUDI, maupun HP3,” ungkapnya.
Ketua Panitia Gebyar PAUD Ceria 2026 Bersama Ning Hanna, Ahmad Basuni menambahkan, pelaksanaan seleksi di tingkat kecamatan memang masih terus bergulir. Baik di tingkat TK, RA, KB, hingga Pos PAUD. ’’Untuk mekanisme seleksi di tingkat kecamatan dikawal langsung oleh ormit pendidikan anak usia dini,’’ katanya.
Selain di Kecamatan Pungging, Kecamatan Mojosari dan Kemlagi juga melakukan seleksi secara serentak, kemarin (19/5). Untuk jenjang TK, ormit IGTKI dan IGRA mengawal lomba mewarnai dan fashion berbahan koran bekas. Kemudian, HIMPAUDI mengawal lomba kolase dan bercerita ayah dan anak.
Sementara untuk HP3, mengawal lomba fingerpaint serta bercerita guru dan anak. Dari seleksi itu, nantinya akan dipilih satu peserta terbaik di setiap kecamatan pada masing-masing ormit. Mereka yang terpilih berhak lolos menuju grand final untuk memperebutkan Piala Ning Hanna sebagai Bunda PAUD Kabupaten Mojokerto. ”Jadi, di grand final nanti akan memperebutkan Piala Bunda PAUD dengan 8 kategori lomba di masing-masing satuan pendidikan,” bebernya.
Adapun proses seleksi akan berlangsung hingga 25 Mei nanti. Basuni menambahkan, event hasil kolaborasi Dispendik Kabupaten Mojokerto dan Jawa Pos Radar Mojokerto ini bakal jadi acara jenjang pendidikan usia dini terbesar dan digelar perdana di Mojokerto Raya.
’’Tidak hanya peserta didik, nantinya juga ada lomba untuk pendidik sekaligus melibatkan orang tua murid juga,’’ ungkap Basuni. Gelaran lomba ini diharapkan bisa mengasah kreativitas anak didik sejak dini. Sekaligus memacu sportivitas mereka dalam berkompetisi. ’’Diharapkan dari kegiatan ini bisa mewujudkan peserta didik menjadi generasi yang berkarakter, ceria, dan gigih,’’ pungkas Basuni. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah