”Jadi, proses komunikasi publik menjadi sesuatu yang penting di tengah dinamika disrupsi informasi saat ini.”
AKBP Andi Yudha Pranata
Kapolres Mojokerto
KABUPATEN - Polres Mojokerto kembali menggelar coaching clinic bersama Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM), kemarin (29/4). Bertempat di kantor Kecamatan Mojosari, pelatihan jurnalistik ini dilaksanakan untuk membekali pengetahuan dan kompetensi anggota korps Bhayangkara tentang jurnalistik.
Kegiatan coaching clinic dibuka secara langsung oleh Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata. Mengusung tema Menjadi Jurnalis Polisi, pelatihan diikuti oleh peserta dari jajaran anggota Polsek Mojosari, Polsek Pacet, dan Polsek Mojokerto. Andi Yudha menjelaskan, coaching clinic dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kemampuan dan pemahaman personel tentang manajemen media. ”Karena jurnalistik adalah bagian dari ilmu kehumasan yang menjadi kewajiban dan harus dipahami oleh setiap anggota Polri,” tegasnya.
Dikatakannya, hal tersebut selaras dengan Peraturan Kapolri (Perkapolri) Nomor 6 Tahun 2023 yang menetapkan humas sebagai salah satu fungsi utama kepolisian. Sehingga para anggota polisi harus memiliki kemampuan dalam menyampaikan informasi, melakukan dokumentasi publik, hingga membuat dan mengelola berita. ”Jadi, proses komunikasi publik menjadi sesuatu yang penting di tengah dinamika disrupsi informasi saat ini,” tandasnya.
Baca Juga: Coaching Clinic Polres Mojokerto, Tingkatkan Kemampuan dan Keterampilan Personel tentang Media
Selain itu, ungkap Andi Yudha, coaching clinic juga bertujuan untuk memberikan wawasan tentang pers kepada anggota kepolisian. Utamanya dalam memahami perusahaan media yang terverifikasi Dewan Pers maupun jurnalis yang tersertifikasi melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
”Karena masih ada yang mengaku seolah-olah wartawan tapi kerjanya mengintimidasi siapapun yang menjadi target, bahkan polisi juga menjadi sasaran. Maka, coaching ini penting agar personel kepolisian tahu bagaimana cara-cara menghadapinya,” ulas Andi Yudha.
Di samping itu, pelatihan jurnalistik juga diharapkan dapat meningkatkan kompetensi personel kepolisian yang selevel dengan wartawan. Khususnya dalam penyampaian laporan tugas maupun kegiatan yang dikemas dalam produk yang informatif, edukatif, maupun inspiratif.
Terlebih, kepolisian merupakan salah satu lembaga yang memiliki sumber informasi yang komprehensif. Yakni, mencakup ruang lingkup ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan (ipoleksosbudkam). ”Maka, polisi harus bisa melakukan menajemen media. Semoga ilmu yang dibagikan melalui pertemuan ini dapat meningkatkan kompetensi rekan-rekan kepolisian,” tegas Andi Yudha.
Dalam coaching clinic tersebut, materi jurnalistik disampaikan oleh narasumber dari JPRM. Meliputi, tentang penulisan berita dari Moch. Chariris, kode etik jurnalistik oleh Fendi Hermansyah, dan teknik fotografi dari Sofan Kurniawan. Setelah mendapat materi, para peserta juga langsung melaksanakan praktik pemotretan dan penulisan. Dalam coaching clinic tersebut, turut hadir Kapolsek Mojosari Kompol Agung Sugiharto, Kapolsek Pacet AKP M.K Umam, dan Kapolsek Kutorejo AKP Sugeng Irawadi. (ram/ris)
Editor : Fendy Hermansyah