Koordinator Panitia Festival Musik Patrol Ramadan Ahmad Basuni mengatakan, festival ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat seni sekaligus melestarikan budaya asli daerah.
’’Event ini digelar agar masyarakat tetap produktif, sehingga momen bulan puasa lebih berwarna. Selain itu, untuk mewadahi kreativitas dengan menampilkan performa terbaiknya melalui seni musik selaras dengan pengembangan seni budaya di Mojokerto Raya,’’ katanya, kemarin.
Bertema Tradisi Sahur, Kreasi tanpa Batas, masing-masing grup hanya boleh menyajikan penampilan yang diiringi alat musik non-elektronik dan tidak bernada. ’’Lagu bebas sesuai tema Ramadan. Bentuk sajian penampilan bisa dari musik, vokal, dan dialog,’’ papar Basuni.
Alat musik yang dipakai pada Festival Musik Patrol sudah ditentukan oleh panitia. Bisa menggunakan alat bebas, atau benda-benda yang non-elektronik dan tidak bernada. ’’Diperbolehkan menyajikan penampilan dengan tiga musik tradisional. Untuk alat musik kentongan, minimal tiga dan maksimal tidak terbatas,’’ paparnya.
Setiap kelompok juga diwajibkan mengenakan busana rapi, sopan, kreatif, dan bernuansa Ramadan. Setiap tim bisa diikuti 7 hingga 10 peserta. ’’Untuk penilaian ada tiga aspek. Yaitu, teknik musik dan vokal, kreativitas dan harmonisasi, serta penampilan dan kekompakan,’’ urainya.
Basuni menambahkan, ketiga penilaian itu meliputi kualitas musik, kualitas vokal, dan teknik pukulan alat musik. Kemudian aspek kreativitas meliputi: dinamika dan harmonisasi antara musik dan vokal.
Sedangkan aspek penampilan di dalamnya termasuk kreativitas, tertib peserta, kekompakan yang terdiri dari koreografi serta pola lantai, busana, dan ekspresi. ’’Untuk dua aspek pertama, masing-masing 30 persen dari bobot penilaian, untuk aspek penampilan, kita ambil 35 persen penilaian,’’ imbuhnya.
Acara tersebut bakal berlangsung di Lumina Atrium Sunrise Mall 2 Mojokerto, mulai pukul 19.30. Tentunya, bagi para pemenang event Festival Musik Patrol Ramadan, akan menerima hadiah berupa trofi, piagam, hingga uang pembinaan. ’’Kita ambil enam juara. Yaitu, juara 1, 2, dan 3 kemudian juara harapan 1 dan 2,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah