Dalam kegiatan tersebut, hadir pula Kukun Triyoga, salah satu perwakilan dewan juri. Dia mengimbau para peserta agar memahami juknis dan tata cara lomba. Termasuk, waktu yang diberikan masing-masing tim saat penampulan. ’’Per tim diberi waktu total 10 menit untuk penampilan. 5-7 menit untuk perform, tiga menitnya untuk penataan alat musik dan atribut penampilan,’’ terangnya.
Tak sekadar itu, Kukun juga menyatakan agar para peserta tetap menampilkan ekspresi saat menyajikan patrol. Sebab, ekspresi peserta masuk dalam indikator penilaian juri. ’’Tidak sekadar bermain musik patrol, kami harap ada penampilan yang kreatif dan ekspresif juga dari peserta. Sehingga, tampilan patrol ini juga bersifat entertain, tidak sekadar kompetisi,’’ beber dia.
Koordinator panitia Festival Musik Patrol Ramadan Ahmad Basuni mengungkapkan, bertemakan ’’Tradisi Sahur, Kreasi Tanpa Batas’’, kegiatan ini bakal ditampilkan di Lumina Atrium Sunrise Mall 2 Mojokerto, Selasa (10/3) pukul 19.30. Masing-masing grup hanya boleh menyajikan penampilan yang diiringi alat musik nonelektronik dan tidak bernada. ’’Lagu bebas sesuai tema Ramadan. Bentuk sajian penampilan bisa dari musik, vokal, dialog,’’ papar Basuni.
Tiap kelompok diwajibkan mengenakan busana rapi, sopan, kreatif dan bernuansa Ramadan. Setiap tim bisa diikuti 7 hingga 10 peserta. ’’Untuk penilaian, ada tiga aspek yang akan dinilai. Yaitu teknik musik dan vokal, kreativitas dan harmonisasi, serta penampilan dan kekompakan,’’ urainya.
Usai mematangkan persiapan dan kesepakatan tata cara lomba, para peserta pun mengambil undian untuk penentuan nomor urut tampil. Tentunya, bagi para pemenang event Festival Musik Patrol Ramadan, akan menerima hadiah berupa trofi, piagam, hingga uang pembinaan. ’’Kita ambil enam juara. Yaitu juara 1, 2, dan 3 kemudian juara harapan 1 dan 2,’’ ulas Basuni.
Event ini digelar agar masyarakat tetap produktif sehingga momen bulan puasa lebih berwarna. Selain itu, untuk mewadahi kreativitas dengan menampilkan performa terbaiknya melalui seni musik selaras dengan pengembangan seni budaya di Mojokerto Raya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah