MOJOKERTO - Hari ini (28/2), peserta lomba azan besutan Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) mulai menunjukkan karya terbaik mereka dalam mengumandangkan azan di babak awal. Tiga dewan juri bakal memberikan penilaian yang terbagi dalam tiga indikator. Meliputi, aspek makhraj dan tajwid, irama dan suara, serta adab dan penampilan.
Koordinator Panitia Lomba Azan Fendy Hermansyah menuturkan, pelaksanaan seleksi awal lomba azan bakal dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diikuti 50 peserta yang mendaftar awal di google form, kemudian disusul dengan sesi berikutnya 53 peserta lainnya.
”Jadi berdasarkan hasil technical meeting (TM), penampilan diurut berdasarkan nomor pendaftaran dari google form, tidak dengan nomor undian,’’ katanya, kemarin (27/2).
Tiga dewan juri akan menyeleksi masing-masing penampilan peserta. Di antaranya perwakilan dari Kemenag sekaligus muazin dan qori profesional, guru PAI SMPN 1 Puri, serta juri internal dari JPRM.
”Diharapkan para peserta sudah mempersiapkan penampilan mereka saat perlombaan nanti,’’ ulasnya.
Dengan mengusung tema Gema Suara Langit: Mencari Muazin Masa Depan, event perdana yang akan digelar Sabtu (28/2) tersebut akan menampilkan pelajar SD/MI se-Mojokerto Raya dalam menunjukkan kepiawaian mereka mengumandangkan azan. Sesuai ketentuan, azan yang dikumandangkan bukan azan Subuh.
”Khusus dalam lomba ini, peserta bisa mengumandangkan azan bebas untuk waktu salat, kecuali azan Subuh, yang notabene memiliki tambahan kalimat,’’ terangnya. Masing-masing peserta diberi waktu penampilan maksimal 5 menit. Mulai dari salam pembuka hingga salam penutup.
’’Saat tampil, peserta wajib mengenakan pakaian muslim yang rapi, sopan, dan menutup aurat. Disarankan seperti baju koko, peci, dan sarung atau celana panjang,’’ ungkap dia.
Nantinya penampilan peserta dinilai dewan juri yang telah ditentukan panitia. Adapun indikator penilaian dibagi menjadi tiga poin utama.
Di antaranya aspek makhraj dan tajwid (ketepatan huruf, panjang-pendek lafal, dan kejelasan suara), aspek irama dan suara (keindahan irama, kejernihan suara, dan pengaturan napas), serta aspek adab dan penampilan (kerapian pakaian, ketenangan, dan kesopanan di atas panggung).
’’Untuk aspek makhraj dan tajwid dinilai dengan bobot 40 persen, kemudian dua aspek lainnya berkontribusi masing-masing 30 persen dari penilaian dewan juri,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah