Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Event Jawa Pos Radar Mojokerto Jurnalis Mengajar Terjun ke SMP Sederajat

Indah Oceananda • Minggu, 8 Februari 2026 | 06:30 WIB
SEMANGAT KONVERGENSI: Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar bersama Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto M. Nur Kholis membuka program Jurnalis Mengajar di SMPN 3 Kutorejo, Sabtu (7/2
SEMANGAT KONVERGENSI: Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar bersama Direktur Jawa Pos Radar Mojokerto M. Nur Kholis membuka program Jurnalis Mengajar di SMPN 3 Kutorejo, Sabtu (7/2

- Resmi Dibuka di SMPN 3 Kutorejo

- Tekankan Konvergensi dalam Penguasaan Literasi

MOJOKERTO RAYA - Giliran program Jurnalis Mengajar di jenjang SMP sederajat besutan Jawa Pos Radar Mojokerto dibuka di SMPN 3 Kutorejo, Sabtu (7/2). Kegiatan yang menjadi rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-25 Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar bersama Direktur JPRM M. Nur Kholis.

Diawali dengan sambutan dari Kepala SMPN 3 Kutorejo Khusnul Mudawamah, acara tersebut disambut antusiasme oleh puluhan siswa yang tergabung di ekstrakurikuler jurnalistik. Khusnul mengungkapkan kebanggaannya sebab menjadi tuan rumah pembukaan acara bertema ’’Menjadi Jurnalis dalam 60 Menit’’ itu. ’’Kehadiran bapak dan ibu merupakan motivasi masih terbesar bagi kami, penyemangat bagi kami dalam mendampingi siswa kami,’’ katanya.

Pihaknya berharap, agar melalui workshop jurnalistik tersebut, JPRM bisa menularkan ilmunya kepada para siswa. Sehingga, para siswa didik jadi generasi penerus yang berbakat. ’’Tidak hanya memiliki keterampilan untuk melaporkan sebuah kejadian tetapi anak-anak memiliki karakter yang jujur penuh rasa ingin tahu dan sebagainya,’’ tandasnya.

Kemudian, rangkaian acara pembukaan juga disusul dengan sambutan dari Direktur JPRM M. Nur Kholis. Dia menyampaikan, roh jurnalistik tak lepas dari menulis dan membaca. ’’Dengan cara seperti itu, saya pikir kita semua sepakat, semua literasi mengatakan kunci keberhasilan adalah dengan membaca,’’ imbuhnya.

Nur Kholis menyebutkan, saat ini jurnalistik tak sekadar memberitakan maupun menulis. Namun juga menyuarakan, menyiarkan, memvisualisasikan sesuai dengan kemajuan dan perkembangan teknologi. ’’Jurnalistik dalam penerbitannya, ada rambu-rambu yang mengatur tentu yang paling utama adalah ada nilai kejujuran dan kebenaran. Karena produk jurnalistik yang betul-betul mengedepankan, mengutamakan kebenaran dan kejujuran sesuai dengan fakta,’’ tandasnya.

Menurutnya, dunia jurnalistik saat ini sudah jauh berkembang sangat luas. Tak hanya menayangkan atau memberitakan dalam sebuah media cetak, online atau media sosial. Tetapi, juga akun-akun yang dimiliki secara pribadi bisa menjadi media untuk menyuarakan, untuk memberitakan. ’’Kami ingin mewujudkan dalam bentuk yang lebih konkret. Bukan hanya dalam bentuk berita, tapi juga dalam bentuk pelatihan-pelatihan di klub jurnalistik. Dan dari situ, mohon lembaga-lembaga bisa memanfaatkan kegiatan ini dengan baik,’’ pungkasnya.

Gayung bersambut, Kepala Dispendik Kabupaten Mojokerto Amsar Azhari Siregar pun mengapresiasi kegiatan tersebut. Sembari membuka kegiatan, ia menyatakan, program Jurnalis Mengajar yang digelar di sekolah ini jadi hal yang penting. ’’Dunia saat ini dibanjiri oleh informasi. Namun, tidak semua informasi adalah kebenaran. Di sinilah pentingnya program jurnalistik mengajar,’’ paparnya.

Bukan sekadar soal menulis berita, jurnalistik juga mencakup pola berpikir kritis, tentang bagaimana memvalidasi data dan menyampaikan kebenaran dengan etika. Ia berpesan, agar para siswa yang telah mengikuti pelatihan jurnalistik ini nantinya menjadi creator konten yang cerdas. ’’Jangan hanya menjadi konsumen informasi, tapi jadilah produsen karya yang bermanfaat. Kedua, asah kemampuan menulismu. Dan terakhir, pahami konvergensi,’’ terang dia.

Ia menegaskan, program Jurnalis Mengajar yang diusung Jawa Pos Radar Mojokerto merupakan wujud kepedulian di dunia pendidikan. Sebab, media koran harian terbesar di Mojokerto Raya ini dinilai peduli dan aktif turun ke lembaga pendidikan untuk berbagi ilmu. ’’Kerja sama ini adalah langkah nyata dalam mendukung profil pelajar Pancasila yang kritis dan kreatif. Saya berharap para siswa memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin. Serap ilmu dari para praktisi hebat yang hadir di depan kalian. Jadikan bekal ini untuk membangun masa depan Kabupaten Mojokerto yang lebih literat dan cerdas digital,’’ pungkasnya.

Pasca resmi dibuka, kegiatan pun dilanjutkan dengan pemberian materi sekaligus praktik menjadi jurnalis yang disampaikan langsung oleh Pemimpin Redaksi JPRM Moch. Chariris. Selain di jenjang SMP/MTs se-Mojokerto Raya, Jurnalis Mengajar juga menyasar SMA/SMK maupun MA yang dibuka oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Pinky Hidayati di SMK Muhammadiyah 3 (Mutia) Ngoro, Senin (2/2) lalu. (oce/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#jawa pos radar mojokerto #event JPRM #jurnalis mengajar