Kegiatan ini menjadi salah satu magnet tersendiri bagi pengunjung mal yang tengah menikmati akhir pekan. Sejumlah pengunjung tampak berhenti dan menyaksikan langsung proses kreatif para pelukis yang menggoreskan karya mereka secara spontan di hadapan publik. Suasana pameran pun terasa lebih hidup dengan interaksi langsung antara seniman dan pengunjung.
Dalam kegiatan OTS dan sketsa wajah tersebut, turut hadir pelukis asal Mojokerto, Priyok Dinasti, serta pelukis asal Surabaya, Yang Boo. Keduanya dikenal sebagai pelukis senior yang telah lama berkecimpung di dunia seni rupa. Menurut Priyok, kegiatan ini sengaja dikemas secara spontan sebagai bagian dari upaya menghidupkan ruang pamer sekaligus mendekatkan seni lukis kepada masyarakat luas.
’’Untuk on the spot temanya bebas, mengikuti suasana dan intuisi masing-masing pelukis. Sedangkan untuk sketsa wajah, pengunjung bisa memilih digambar langsung di tempat atau menggunakan foto,’’ jelas Priyok di sela kegiatan.
Priyok menambahkan, kegiatan semacam ini penting untuk memperlihatkan bahwa proses berkesenian tidak selalu harus berlangsung di ruang tertutup. Dengan menghadirkannya di ruang publik seperti pusat perbelanjaan, seni diharapkan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk masyarakat yang mungkin belum terbiasa datang ke galeri.
Antusiasme pengunjung terlihat dari banyaknya warga yang ikut serta dalam sketsa wajah. Salah satunya Raisha, pengunjung asal kawasan Meri Bypass, Kota Mojokerto. Ia mengaku senang dan tidak menyangka bisa menjadi bagian dari kegiatan seni tersebut. ’’Saya memang suka menggambar sejak kelas tiga sekolah dasar sampai sekarang. Bisa melihat langsung proses menggambar dari pelukis senior itu pengalaman yang menyenangkan,’’ ujarnya.
Manajer Event dan Pengembangan Bisnis Jawa Pos Radar Mojokerto, Arief Hikmawan, menyampaikan kegiatan OTS dan sketsa wajah ini digelar selama dua hari, yakni Sabtu dan Minggu, sebagai penutup rangkaian akhir pekan pameran. Menurutnya, setiap akhir pekan pihak penyelenggara selalu berupaya menghadirkan program yang berbeda agar pengunjung tidak hanya melihat karya, tetapi juga merasakan pengalaman seni secara langsung.
’’Kami ingin pameran ini tidak monoton. Setiap akhir pekan kami hadirkan aktivitas berbeda. Pada pekan terakhir ini, pengunjung kami ajak untuk menikmati langsung goresan pelukis senior dan merasakan atmosfer kreatifnya,’’ ungkap Arief.
Ia berharap, rangkaian kegiatan tersebut dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni rupa, sekaligus menjadi ruang edukasi dan hiburan yang bernilai. Selain itu, pameran tunggal Diak Eko diharapkan mampu menjadi pemantik bagi tumbuhnya ekosistem seni di Mojokerto dan sekitarnya.
Perlu diketahui, Pameran Tunggal Diak Eko menampilkan puluhan karya lukis dengan berbagai tema dan medium. Pameran ini terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi hingga 15 Januari 2026 di Connecting Floor Sunrise Mall Mojokerto. (rif/fen)
Editor : Fendy Hermansyah