Satu lembaga diperbolehkan mendaftar lebih dari satu guru dalam event Guru Favorit. Dengan aturan tersebut, sekolah berkesempatan memenangkan guru pilihan mereka melalui polling balot yang dikumpulkan dari pembaca Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM).
Ketua Panitia Guru Favorit Ahmad Basuni menuturkan, pendaftaran event besutan JPRM ini masih terus dibuka. Untuk memperingati Hari Guru Nasional 2025, para pendidik di Kabupaten Mojokerto memiliki peluang untuk beradu skill, gagasan, inovatif, dan kreativitas, sekaligus berprestasi dalam mengajar.
’’Untuk memperluas kompetisi, satu sekolah diperbolehkan mengirimkan perwakilan nominator lebih dari satu guru,’’ katanya, kemarin (29/10). Dia menuturkan, event yang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan PGRI Kabupaten Mojokerto, serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto, ini bakal melibatkan sejumlah guru berprestasi dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Mojokerto.
Baik guru maupun kepala sekolah. ’’Persyaratan wajibnya, setiap nominator harus memiliki prestasi, baik di tingkat lokal, regional, maupun nasional,’’ paparnya. Nantinya, profil para nominator akan ditayangkan di halaman JPRM setiap hari. Yakni, mulai edisi 3-21 November mendatang.
Dari setiap penayangan tersebut, per lembaga pendidikan akan menerima 50 eksemplar koran JPRM. Di mana, 50 eksemplar ini menjadi modal awal para nominator memperoleh polling suara. ’’Karena nantinya pemenang Guru Favorit ditentukan dari perolehan dukungan balot terbanyak,’’ jelasnya.
Ketentuan pengisian balot, terang Basuni, diisi sesuai nama nominator yang didukung. Kemudian, balot dikirimkan ke kantor JPRM di Jalan RA Basuni Nomor 96, Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, di hari kerja maksimal pukul 16.00. ’’Perolehan balot dukungan untuk para nominator akan terbit setiap hari di halaman JPRM,’’ tambahnya.
Pemenang event Guru Favorit ditentukan dalam juara 1, 2, dan 3. Masing-masing pemenang berhak membawa pulang trofi kejuaraan serta uang pembinaan. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi