Dari Sekadar Corat-coret, Kini Tampilkan Lukisan di Pameran
Suasana nyeni dan kreativitas semakin hidup dengan diadakannya pameran seni Sungging Adi Linuwih (SAL) #10, Minggu (5/1). Tak kalah istimewanya, dari 20 perupa yang menampilkan karya, dua di antaranya pelukis cilik dengan talenta luar biasa.
INDAH OCEANANDA, Kota
BERKAT karyanya yang luar biasa, dua pelukis cilik ini mendapatkan apresiasi dari Kepala Dikbud Kota Mojokerto Ruby Hartoyo, kemarin. Erlangga Prajna Rajendra alias Elang, salah satu pelukis cilik yang ikut memajang dua lukisan karyanya. Adalah, Galaksi dan Mobil Mogok. ’’Saya buatnya terinspirasi dari imajinasi saja. Ada yang buatnya (pengerjaan) satu jam, ada yang dua hari,’’ katanya.
Bocah 10 tahun ini mengaku, event SAL #10 merupakan pameran kesekian kalinya yang dia ikuti. Siswa yang duduk di bangku kelas IV UPT SD Negeri 231 Gresik itu sudah kerap menampilkan karyanya di pameran lukisan. ’’Sejak kelas 1 SD sudah ikut pameran. Ada yang di Alun-alun (Surabaya), Mojokerto, paling jauh di Solo,’’ beber dia.
Putra pasangan Suwarni dan Sudarto ini memang suka melukis. Bakatnya itu diketahui sejak ia masih berumur sekitar empat tahun. ’’Awalnya karena suka corat-coret lantai dan tembok. Mulai intens menggambar di kertas pas masuk SD. Paling suka menggambar kartun sambil lihat YouTube,’’ tandasnya.
Elang tak sendiri. Bocah lain yang ikut memamerkan karya seni lukisnya adalah Monic. Belia 8 tahun ini memajang karya pertamanya di pameran bertajuk Beginning or End itu. Bocah dengan nama lengkap, Tiffany Calisya Allegra ini menampilkan lukisan berjudul Ikan Nemo. ’’Habis lihat film ikan nemo, jadi ingin gambar (terinspirasi) saja,’’ bebernya.
Murid kelas 2 SD Muhammadiyah Krian ini menerangkan, dia sudah mulai mendalami dunia seni rupa sejak umur tiga tahun. Tak hanya didukung sang ibu, Monic juga kerap didampingi sang nenek saat melukis. ’’Suka melukis karena kita kayak lagi bermain warna. Kebetulan mama dan oma memang suka melukis juga,’’ tutur dia.
- Dyaz, sang ibunda menambahkan, Monci memang suka ikut ia melukis sejak kecil. Jika ia melukis di kanvas, buah hatinya itu akan ikut menggambar baik di kertas atau smartphone. ’’Dia paling sering belajar sama oma-nya. Karena ini pameran dia pertama, saya harap dia bisa mengembangkan bakat menggambarnya itu lebih dalam lagi,’’ tandasnya. (fen)