PESERTA event Job Fair SMK Pusat Keunggulan (PK) Mojokerto Raya 2024 bakal diberi waktu melamar di booth perusahaan dengan sistem bergilir. Hal ini untuk memberikan kesempatan pada pencari kerja (pencaker) agar bisa mengeksplorasi ribuan lowongan yang tersedia dari 30 perusahaan.
Ketua Guyub Waka Humas SMK Mojokerto Raya Ashabul Yamin mengatakan, hingga kemarin (24/9) sudah ada sekitar 3 ribu peserta yang mendaftar dalam event besutan Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) bersama Cabang Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto tersebut.
Sedangkan untuk jumlah lowongan kerja yang tersedia, total ada 3.260 formasi. ’’Pendaftaran peserta job fair akan kita tutup jika kuotanya sudah penuh. Kemungkinan bisa Sabtu (28/9) besok,’’ katanya. Alur pendaftaran job fair dilakukan secara online. Diawali melalui link https://bit.ly/Pendaftaran_Jobfair2024. Kemudian, peserta bisa mengisi data diri melalui link tersebut. Selanjutnya, peserta diarahkan untuk bergabung ke dalam percakapan grup di Telegram job fair dengan alamat: https://me-qr.com/jhFjwSai.
’’Saat hari H, peserta bisa datang sesuai urutan panggilan melalui grup Telegram. Setelah dipanggil, peserta bisa mengunjungi both perusahaan yang diinginkan, kemudian mengisi daftar hadir di booth perusahaan tersebut,’’ papar Aka, sapaan akrabnya.
Pemanggilan ini, lanjut dia, dibagi menjadi beberapa sesi. Satu sesi bisa diisi sekitar 300-500 peserta. Selain memperluas kesempatan pencaker menilik booth perusahaan, sesi digulirkan agar tak terjadi kerumunan.
’’Sehingga tidak berjubel dan beramai-ramai di satu waktu. Tapi, kita gilir, agar mereka bisa leluasa memilih lowongan kerja yang sesuai,’’ paparnya.
Tim Proyek Event Job Fair JPRM Niko Suseno menambahkan, setidaknya ada 30 perusahaan yang membuka peluang kerja dalam event ini. Mereka telah menjalin relasi industri dengan enam SMK PK di Mojokerto Raya. Antara lain, SMKN 1 Mojokerto, SMKN 1 Pungging, SMKN 1 Jetis, SMKN 1 Kemlagi, SMKN 1 Sooko, dan SMKS Raden Rahmat.
Inisiatif SMK PK menggelar job fair tersebut diharapkan dapat menjadi solusi menekan angka pengangguran terbuka di Mojokerto Raya. ”Tidak hanya lulusan SMK saja, namun juga terbuka untuk umum,” bebernya.
Seusai pelaksanaan job fair, nantinya juga ada tracer yang dilakukan panitia dari peluang keterserapan kerja. ’’Untuk job fair ini ada pertanggungjawaban sampai akhir. Jumlah peserta yang diterima di perusahaan dari job fair dilaporkan dan ada tracer-nya dari panitia job fair,’’ ulasnya.
Dengan mengangkat tema Transformasi SMK Pusat Keunggulan Menuju SMK Pusat Karir, sedianya event tersebut digelar awal Oktober nanti.
Event yang berlangsung di Atrium Sunrise Mall Mojokerto ini bertujuan mempermudah lulusan sekolah di bawah naungan cabang dindik untuk segera mendapatkan lowongan pekerjaan. ’’Job fair merupakan salah satu cara mengatasi, membina, serta memfasilitasi lulusan SMK untuk menyiapkan diri memasuki dunia kerja,” pungkas Niko. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi