Event job fair besutan Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) bersama Cabang Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto dipastikan berbeda dengan bursa kerja pada umumnya.
Sebab, seusai pelaksanaan job fair, nantinya bakal ada tracer yang dilakukan panitia dari peluang keterserapan kerja.
Ketua Guyub Waka Humas SMK Mojokerto Raya Ashabul Yamin menuturkan, digelarnya job fair bersama JPRM ini sebagai bukti pendidikan vokasi bisa mengurangi angka pengangguran terbuka. Sebab, pasca pelaksanaan job fair, nanti seluruh peserta yang mendaftar akan dipantau hingga benar-benar mendapatkan pekerjaan.
”Insya Allah, untuk job fair enam SMK Pusat Keunggulan (PK) ini akan ada pertanggungjawaban sampai akhir. Jumlah peserta yang diterima di perusahaan dari job fair akan dilaporkan dan ada tracer-nya. Jadi, bukan abal-abal,” katanya, kemarin.
Enam SMK PK yang akan berkontribusi di event ini antara lain, SMKN 1 Mojokerto, SMKN 1 Pungging, SMKN 1 Jetis, SMKN 1 Kemlagi, SMKN 1 Sooko, dan SMKS Raden Rahmat.
Pria yang akrab disapa Aka tersebut menambahkan, inisiatif SMK PK menggelar job fair tersebut diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengurangi angka pengangguran di Mojokerto Raya. ”Tidak hanya lulusan SMK saja, namun juga terbuka untuk umum,” bebernya.
Kasi SMK Cabang Dindik Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten-Kota Mojokerto Eko Heri Prihartono menambahkan, gelaran job fair ini sangat penting digulirkan. Mengingat, tujuannya untuk mempercepat penyerapan lulusan ke dunia industri.
’’Kami sangat mendukung adanya kolaborasi bersama Jawa Pos Radar Mojokerto, yang mana dapat memperluas kesempatan lulusan SMK di Mojokerto agar segera mendapatkan lowongan kerja sesuai bidangnya,’’ jelasnya. Dengan mengangkat tema Transformasi SMK Pusat Keunggulan Menuju SMK Pusat Karir, sedianya event tersebut akan digelar awal Oktober nanti.
Tim Proyek Event Job Fair JPRM Niko Suseno menyatakan, pelaksanaan bursa kerja tersebut memang bertujuan mempermudah lulusan sekolah di bawah naungan cabang dindik agar segera mendapatkan lowongan pekerjaan. Sekaligus agar lulusan terserap, baik di dunia usaha maupun di dunia industri. ’’Job fair merupakan salah satu cara mengatasi, membina, serta memfasilitasi lulusan SMK untuk menyiapkan diri memasuki dunia kerja,” paparnya.
Niko menegaskan, lewat kolaborasi ini, JPRM memberikan kesempatan seluas-luasnya pada dunia usaha untuk memperkenalkan perusahaan sebagai penyedia bidang pekerjaan yang prospektif di masa depan.
Job fair yang akan berlangsung di Atrium Sunrise Mall Mojokerto tersebut bakal diikuti oleh puluhan perusahaan bertaraf nasional maupun internasional.
Niko menargetkan, job fair akan diikuti sekitar seribu lulusan SMK Mojokerto Raya. ”Ada perusahaan BUMN maupun swasta yang akan kita gandeng dalam acara ini. Sehingga kesempatan keterserapan lulusan dalam dunia kerja semakin terbuka lebar,’’ pungkas Manajer Keuangan Jawa Pos Radar Mojokerto ini. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi