GRAND final Gebyar Hari Anak (HAN) 2024 kian dekat. Sabtu (25/5) lalu, sejumlah kecamatan berbondong-bondong melaksanakan lomba fashion, sebagai seleksi menentukan perwakilan yang akan dikirim ke tingkat kabupaten.
Ketua panitia event Gebyar HAN 2024 Ahmad Basuni mengatakan, beragam tema gaun dan kostum hasil kreasi guru maupun orang tua mewarnai pelaksanaan lomba di masing-masing pendapa kantor kecamatan.
Dari 20 ribu lebih peserta yang ikut, masing-masing kecamatan menyaring peserta dengan kostum terbaik untuk tampil dalam grand final, awal Juni nanti.
’’Proses seleksi di kecamatan masih terus berlangsung hingga 31 Mei nanti,’’ katanya.
Untuk penilaian, lanjut Basuni, peserta yang berhak melaju ke grand final ditentukan dari gaya cat walking, tema fashion dan kreativitas kostum.
Adapun, ketentuan utamanya, peserta diwajibkan menyertakan ornamen Surya Majapahit yang telah dicetak pada penerbitan koran JPRM edisi 14 Mei 2024 lalu.
’’Yang jelas harus ada ornamen Majapahitan, karena itu menjadi salah satu penilaian dewan juri agar bisa melaju ke babak berikutnya,’’ imbuhnya.
Ditambahkannya, total peserta yang mengikuti event lomba fashion ini mencapai 21.180 siswa usia dini yang terbagi dalam kategori siswa TK A dan TK B.
’’Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini fashion hanya diperagakan siswa saja,’’ tutur dia.
Sedianya, puncak acara Gebyar HAN 2024 bakal digelar pada 8 Juni mendatang di Pendapa Graha Majatama Kabupaten Mojokerto, dengan dihadiri langsung bupati Ikfina Fahmawati.
Selain fashion, terdapat sejumlah lomba kreativitas lainnya. Seperti finger painting, percakapan dua anak, menyanyi tunggal, dan senam kreasi Nusantara. Pemenang masing-masing lomba berhak meraih trofi, piagam, serta uang pembinaan. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi