Gebyar Hari Anak Nasional (HAN) 2024
GURU dan wali murid peserta didik usia dini bekerja sama menggarap kostum kreasi yang akan dikenakan dalam lomba fashion show Gebyar Hari Anak Indonesia (HAN) 2024, kemarin (16/5). Proses merancang kostum tersebut sekaligus untuk mempersiapkan diri peserta menuju peragaan fashion di tingkat kecamatan.
Ketua panitia event Gebyar HAN 2024 Ahmad Basuni menuturkan, seleksi di tingkat kecamatan berlangsung selama dua minggu. Mulai dari proses pengerjaan kostum hingga penampilan fashion di masing-masing lembaga. ”Setelah merancang busana nanti, baru akan diperagakan. Masih butuh waktu panjang untuk membuat kostum yang unik dan menarik,” terangnya.
Basuni menambahkan, tema kreasi busana menggunakan properti koran Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) ini bebas. Namun, dalam busana tersebut setiap peserta diwajibkan menyertakan ornamen Surya Majapahit yang telah dicetak pada penerbitan koran JPRM edisi 14 Mei 2024 lalu. ”Yang jelas harus ada ornamen Majapahitan, karena itu menjadi salah satu penilaian dewan juri agar bisa melaju ke babak berikutnya,” imbuh dia.
Pelaksanaan lomba fashion di tingkat kecamatan bakal berlangsung hingga 31 Mei mendatang. Total peserta mengikuti event hasil kolaborasi Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Mojokerto dan JPRM ini mencapai 21.180 siswa usia dini. Terbagi dalam kategori siswa TK A dan TK B. ”Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini fashion hanya diperagakan siswa saja,” tutur dia.
Sedianya, dari hasil seleksi lomba fashion tingkat kecamatan, nantinya siswa yang dinyatakan lolos berkat penampilan terbaiknya berhak menuju grand final HAN 2024. Basuni berharap, event ini bisa mendukung kreativitas anak didik sejak usia dini. Sekaligus memacu sportivitas mereka dalam berkompetisi. ”Semoga dapat mewujudkan generasi berkarakter, ceria dan gigih,” terang dia.
Puncak acara Gebyar HAN 2024 bakal digelar pada 8 Juni mendatang di Pendapa Graha Majatama Kabupaten Mojokerto, dengan dihadiri langsung bupati Ikfina Fahmawati. Selain fashion, terdapat sejumlah lomba kreativitas lainnya. Seperti, finger painting, percakapan dua anak, menyanyi tunggal, dan senam kreasi nusantara. Pemenang masing-masing lomba berhak meraih trofi, piagam, serta uang pembinaan. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi