INDAH OCEANANDA, SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto
’’Mimiknya diperhatikan, ya. Jangan lupa senyum,’’ ujar Dwi Yuniarti, pembina OSIS SMAN 1 Sooko saat sesi latihan tari, kemarin (28/2).
Ada empat siswi yang tengah berlatih saat itu, satu siswa lainnya ikut memberikan instruksi jika ada gerakan mereka yang dirasa kurang pas. Sekitar 10 menit, gladi resik itu berlangsung lancar.
Wanita akrab disapa Yuni tersebut mengatakan, keempat murid ini merupakan siswa yang memang tergabung dalam Sekar Asoka, ekskul tari dan karawitan SMAN 1 Sooko.
Menurutnya, sebanyak 30 siswa yang ikut dalam ekskul ini terbilang sudah berbakat. Praktis, tak butuh waktu lama untuk melatih mereka.
’’Karena sejak awal mereka bergabung dengan ekskul, basic-nya sudah punya prestasi di bidang menari. Jadi gampang kalau latihan atau ikut lomba,’’ terangnya.
Seperti saat membawakan tari Bedaya Mojoputri ini. Yuni memaparkan, kesenian tersebut sengaja dipilih sebagai tari tradisional pembuka yang akan tampil memeriahkan puncak resepsi HUT Jawa Pos Radar Mojokerto, Jumat (1/3) di Atrium Sunrise Mall Kota Mojokerto. Sebab, tarian ini sendiri membawa makna keindahan dan kecantikan putri-putri di era Majapahit.
’’Juga bersifat penyambutan untuk tamu-tamu yang terhormat. Identik dengan properti khasnya, selendang dan membawa bokor berisi bunga tujuh rupa,’’ sebut dia.
Bagi Yuni, pelajar SMAN 1 Sooko, khususnya yang mengikuti ekskul tari adalah generasi muda yang berbakat.
Sebab, dalam kurun seminggu saja, mereka sudah bisa menguasai koreografi tari. Hanya perlu memoles mimik wajah saja agar terlihat lebih ekspresif.
’’Perlombaan juga sering mereka ikuti. Siswa ikut menciptakan koreografi sendiri dibantu pelatih dari luar,’’ bebernya. Terbaru, Sekar Asoka juga berhasil meraih Juara 1 di ajang HIMO Festival 2024 dengan tari tradisional kreasi berjudul Penobatan Tribuana.
Ditambahkan dia, penampilan tari Bedaya Mojoputri yang akan menghiasi perayaan HUT JPRM itu diharapkan menjadi ajang promosi sekaligus upaya merawat kesenian budaya asli Majapahit dengan tampil di acara- acara sebagai hiburan pembuka, otomatis tari tradisional khas Kabupaten Mojokerto berpotensi diangkat dan dikembangkan sebagai ikon.
’’Apalagi, yang melestarikan anak muda zaman kini. Jadi upaya kita merawat budaya,’’ pungkasnya. (fen)
Editor : Fendy Hermansyah