MOJOKERTO RAYA - Memasuki puncak musim kemarau, harga sejumlah bahan pokok di Mojokerto melonjak tajam. Salah satunya cabai rawit yang kini naik menjadi Rp 70 ribu per kilogram (kg). Pantauan di Pasar Tanjung Anyar, Kota Mojokerto, Jumat (4/9), menunjukkan kenaikan harga cabai rawit terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Dari yang sebelumnya Rp 50 ribu per kg, kini sudah menyentuh angka Rp 70 ribu per kg.
Mela, salah satu pedagang, mengungkapkan, lonjakan harga dipengaruhi minimnya pasokan. ”Puncak kemarau ini sangat sedikit petani yang menanam cabai,” katanya sembari menjelaskan cabai yang dijual berasal dari petani luar daerah, seperti Kediri dan Probolinggo.
Melejitnya harga cabai berdampak terhadap penjualan. Sebagian konsumen kini memilih berhemat dengan membeli cabai dalam jumlah sedikit. ”Pembeli rata-rata hanya beli Rp 5 ribu begitu, tidak ada yang sampai sekilogram,” imbuhnya.
Di sisi lain, petani cabai di sentra penghasil cabai Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto mengakui tingginya harga cabai di pasaran dipengaruhi siklus musim panen yang telah berakhir sejak Mei lalu.
”Petani beralih ke komoditas lain, seperti kangkung dan jagung saat kemarau seperti ini. Ada juga yang membiarkan lahannya kosong sambil menunggu musim hujan,” tutur Towil Umurona, petani cabai di Desa Suru.
Menurut dia, berakhirnya masa panen menyebabkan jumlah pasokan di pasaran menurun. Kondisi itu praktis memicu lonjakan harga di pasaran. ”Petani juga tidak berani kalau menanam cabai pas musim panas begini, karena biaya tanam menjadi lebih tinggi dan hasilnya belum tentu maksimal,” jelas dia.
Tren kenaikan harga cabai rawit sebagai komoditas utama dapur juga terpantau di laman Siskaperbapo. Menurut laman pemantau harga bapok milik Pemprov Jatim itu, harga cabai rawit di Pasar Tanjung Anyar per kemarin mencapai Rp 65 ribu per kg. Harga tersebut mengalami kenaikan 1,56 persen dari hari sebelumnya Rp 64 ribu per kg.
Selain cabai rawit, komoditas yang terpantau mengalami kenaikan harga meliputi wortel dan buncis, masing-masing naik Rp 1 ribu per kg. Adapun harga daging ayam ras justru turun dari Rp 38 ribu per kg menjadi Rp 37 ribu per kg. Demikian pula dengan harga kentang dari sebelumnya Rp 18,5 ribu per kg turun menjadi Rp 18 ribu per kg. (adi/ris)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto